Sejumlah musisi siap ramaikan konser 'drive-in' pertama di Bali

Sejumlah musisi siap ramaikan konser 'drive-in' pertama di Bali

Sejumlah musisi dan penyelenggara Bali Revival: New Era Festival berfoto saat jumpa pers beberapa waktu yang lalu. Antaranews Bali/Naufal Fikri

Gianyar (ANTARA) - Sejumlah musisi dari berbagai aliran musik siap memeriahkan konser musik berkonsep drive-in yang pertama kali diselenggarakan di Bali bertajuk Bali Revival: New Era Festival di Rooftop Parkir Monkey Forest, Desa Padangtegal, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, pada 15-17 Agustus.

"Pada hari pertama pelaksanaan Bali Revival: New Era Festival sore nanti kami akan menampilkan kelompok musik Dialog Dini Hari, Di Ubud serta Manja," ujar pimpinan Focus Production, Jos Darmawan di Gianyar, Sabtu.

Ia mengatakan, untuk hari kedua pelaksanaan festival tersebut, pihaknya akan menampilkan musisi Balawan, Jun Bintang serta Dek Ulik dengan lagu-lagu bernuansa daerah Bali.

"Sedangkan untuk hari terakhir pada 17 Agustus mendatang Bali Revival: New Era Festival akan dimeriahkan oleh Lolot, Navicula dan The Hydrant," katanya.

Jos Darmawan menjelaskan, konser tersebut akan diselenggarakan dengan konsep drive-in dan penonton dapat menyaksikan pertunjukan dengan membawa masuk kendaraan mobilnya ke area pertunjukan dan dapat menikmati konser di garis kotak yang telah disediakan di sebelah mobilnya.

Baca juga: Sekda Gianyar tinjau persiapan konser musik di Monkey Forest

Baca juga: Konser "drive-in" New Live! Experience batasi hanya 300 kendaraan


"Dalam sekali pelaksanaan, lokasi penyelenggaraan konser ini mampu menampung 70 mobil yang masing-masing mobil maksimal hanya dapat diisi oleh empat orang penonton. Untuk tiket konser, kami banderol dengan harga Rp400 ribu per mobil untuk satu hari pelaksanaan," ungkapnya.

Latar belakang penyelenggaraan konser tersebut menurutnya adalah karena dampak pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung selama hampir enam bulan sangat dirasakan pengaruhnya pada semua aspek kehidupan, baik bidang ekonomi, pariwisata maupun sektor ekonomi kreatif termasuk berdampak terhadap kegiatan seni budaya.

Jos Darmawan menambahkan, akibat pandemi COVID-19, seniman, musisi, artis bahkan pegiat event yang ada di Bali, menurutnya merasakan dampak sangat signifikan terhadap pekerjaan yang bisa dikatakan nihil.

"Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan semangat masyarakat Bali khususnya pelaku seni untuk tetap berkarya dan berkreativitas dalam rangka pemulihan perekonomian di Bali. Dengan digaungkannya Bali era baru, kami optimistis untuk segera bangkit dengan kebiasaan dan tata cara yang baru termasuk dalam penyelenggaraan konser musik," katanya.

Ia menegaskan, konser tersebut juga akan menerapkan berbagai protokol kesehatan secara ketat untuk mengantisipasi penyebaran pandemi COVID-19.

"Jangan sampai kegiatan baik ini dapat menimbulkan hal yang tidak baik. Semua harus patuh terhadap protokol kesehatan dan aturan yang kami tentukan. Kami juga telah menerapkan transaksi non-tunai termasuk dalam pembelian tiket konser. Semua transaksi dilakukan secara daring," katanya.

Sementara itu, personel Navicula dan Dialog Dini Hari, Dadang Pranoto mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Bali Revival: New Era Festival khususnya dalam menggeliatkan kembali kegiatan seni dan hiburan seperti pelaksanaan konser.

Ia juga berharap festival musik itu dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat menjadi barometer pelaksanaan konser di masa pandemi COVID-19 dan dapat diikuti dengan kegiatan serupa di tempat lain.

"Ada hal-hal baru yang harus kami dukung dan dicoba untuk berjalannya industri hiburan. Saya rasa semua musisi akan siap dengan cara apapun agar bisa tampil kembali seperti dengan mematuhi berbagai aturan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan," katanya.

Baca juga: Albert Fakdawer, Rahmania Astrini ramaikan konser virtual "Melomaniac"

Baca juga: Tampil di konser "drive-in", Armand Maulana ingat masa SMA

Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020