Wamendag sebut RCEP masuki babak akhir

Wamendag sebut RCEP masuki babak akhir

Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyebutkan perundingan penyelesaian perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive  Economic Partnership/RCEP) memasuki tahapan akhir berupa kajian hukum (legal scrubbing), yang ditargetkan ditandatangani tanpa keikutsertaan India dalam waktu dekat.

"Proses penyelesaian RCEP telah memasuki babak akhir yaitu tahap pengkajian hukum. Bahasa hukum kadang mengandung multitafsir. Pemerintah akan memastikan tahapan ini tidak akan mengubah substansi kepentingan Indonesia. Kami terus bekerja keras mengawal proses penyelesaian perjanjian ini untuk kepentingan nasional," kata Jerry lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: ASEAN diprediksi jadi pusat rantai pasok barang dunia pada 2030

Jerry mengatakan setiap perjanjian perdagangan yang disepakati menguntungkan Indonesia dari segi tarif, hambatan nontarif, serta pengembangan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha dalam negeri.

"Dengan selesainya proses perundingan perdagangan, ekonomi, dan investasi, seperti RCEP ini, kita memiliki peluang akses pasar yang lebih luas dan mendukung daya saing Indonesia. Namun, hal itu harus disertai dengan peningkatan kualitas produk, branding, sistem logistik, sistem pembayaran, dan lainnya. Sehingga, produk lokal kita dapat sukses merambah pasar global," jelas Jerry.

Jerry menuturkan Kementerian Perdagangan memiliki tim perundingan yang berkualitas secara intelektual dan berdedikasi tinggi. Tim perundingan Kementerian Perdagangan akan terus berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Selain itu, juga akan melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk pelaku usaha.

"Pemerintah fokus pada penciptaan iklim bisnis dan fasilitas kemudahan, tetapi tentu saja, kuncinya ada di para pelaku usaha. Jika pelaku usaha makin kompetitif, kami yakin ekonomi Indonesia akan bangkit dan semakin kuat," katanya.

Menurut Wamendag, pemerintah memiliki banyak program yang dapat memfasilitasi perdagangan, khususnya ekspor.

Ada pelatihan di bidang branding, desain produk, kegiatan ekspor dan impor, pameran, penjajakan kesepakatan dagang (business matching), dan lainnya.

Jerry menambahkan, terkait absennya India dalam keikutsertaan RCEP, hal itu berkaitan dengan berbagai isu sensitif dengan negara lain, khususnya Tiongkok.

Namun, ASEAN dan negara-negara yang terlibat dalam RCEP memberikan opsi keikutsertaan India di masa depan. Keikutsertaan India tetap penting bagi segi ekonomi, politik, maupun solidaritas bangsa Asia.

Baca juga: Menko Airlangga: ASEAN sepakat untuk selesaikan perundingan RCEP
Baca juga: Indonesia harap RCEP segera rampung agar tak kehilangan momentum

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020