Bulog buka layanan pengaduan kualitas beras bansos

Bulog buka layanan pengaduan kualitas beras bansos

Ilustrasi: Buruh mengangkut beras Bantuan Sosial Rakyat Sejahtera (Bansos Rastra) yang akan disalurkan ke tiga kabupaten/kota dari gudang Bulog, Perum Bulog Sub Divre Lhokseumawe, Aceh. ANTARA FOTO/Rahmad/ama/18. (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Jakarta (ANTARA) - Manajemen Perum Bulog membuka layanan pengaduan melalui hotline untuk masyarakat penerima Bantuan Sosial (Bansos) Tahap II yang dipesan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Layanan pengaduan tersebut sebagai bentuk komitmen Bulog selaku BUMN Pangan yang ditugaskan pemerintah dalam penyaluran beras bansos. Layanan ini juga bertujuan memberikan pelayanan dan kualitas yang terbaik kepada masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menjelaskan bahwa seperti pada penyaluran Bansos Tahap I Bulog konsisten memberikan beras kualitas terbaik untuk bansos pada masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

Baca juga: Bupati Bogor bagikan bansos beras tahap dua

"Kami konsisten memberikan layanan hotline untuk masyarakat penerima Bansos Tahap II di Kabupaten Bogor yang terdampak pandemi COVID-19. Kini masyarakat dapat mengadukan dengan menunjukkan bukti fisik sehingga dapat ditindaklanjuti untuk ditukar dengan beras baru apabila betul terjadi ketidaksesuaian kualitas," kata Awaludin Iqbal di Jakarta, Senin.

Layanan pengaduan yang dibuka oleh Perum Bulog yaitu dengan menghubungi nomor 0813-9886-4936. Masyarakat pelapor diimbau untuk dapat menyertakan bukti fisik jika ada ketidaksesuaian kualitas beras yang diterima.

Awaludin menegaskan apabila betul terbukti ada ketidaksesuaian kualitas beras yang diterima, Perum Bulog akan segera mengganti beras tersebut.

Baca juga: Wabup: Bogor belum tentu putus kerja sama dengan Bulog

"Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu resah mengenai kualitas beras seperti yang sempat menjadi kegaduhan pada pendistribusian beras bansos tahap pertama," kata Awaludin.

Perum Bulog juga berkoordinasi dengan Pemkab dengan memperketat pemeriksaan beras Bansos Tahap II di Kabupaten Bogor sejumlah 6.000 ton untuk 200.000 keluarga terdampak pandemi COVID-19.

Tidak hanya itu Pemkab Bogor juga menggandeng anggota TNI untuk distribusi bansos seperti pada tahap I.

Baca juga: Buwas antisipasi upaya mendiskreditkan Bulog dari beras Bansos
 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020