Pasien sembuh dari COVID-19 di DIY bertambah 18 orang

Pasien sembuh dari COVID-19 di DIY bertambah 18 orang

Warga berada di dekat mural bergambar tenaga medis dan Virus Corona di kawasan Bantul, D.I Yogyakarta, Selasa (23/6/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 di daerah itu pada Minggu (9/8) bertambah 18, sehingga total menjadi 570 orang.

"Laporan jumlah kasus sembuh 18 orang, sehingga total kasus sembuh menjadi 570 kasus," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Minggu.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di DIY bertambah 27 menjadi 552 orang

Ia mengatakan jika dilihat berdasarkan wilayah domisili, 18 pasien sembuh itu terdiri atas satu kasus asal Kota Yogyakarta, lima kasus asal Kabupaten Bantul, satu kasus asal Gunung Kidul, serta 11 kasus asal Sleman.

Selain pasien sembuh, Berty juga mencatat delapan tambahan pasien terkonfirmasi positif, sehingga jumlah kasus positif COVID-19 di DIY menjadi 862 orang.

Ia mengatakan berdasarkan wilayah domisili, delapan pasien yang tercatat sebagai kasus 860 sampai 867 itu terdiri atas tiga kasus asal Bantul, tiga kasus asal Kulon Progo, serta dua kasus asal Sleman.

Sementara itu, jika mengacu riwayat kasusnya, mereka terbagi menjadi tiga kasus hasil pelacakan kontak, tiga kasus perjalanan luar daerah, dan dua kasus lainnya masih dalam penelusuran.

Baca juga: Gubernur DIY belum terapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan

Baca juga: Warga Yogyakarta harus disiplin karena marak transmisi lokal COVID-19


Menurut Berty, tambahan kasus hari ini berasal dari hasil pemeriksaan laboratorium di DIY terhadap 635 sampel spesimen dari 481 orang.

Berdasarkan data dari rumah sakit rujukan, ia mencatat total suspek COVID-19 hingga Minggu tercatat 10.992 orang. Dari jumlah tersebut, 862 orang terkonfirmasi positif, dimana 570 orang diantaranya sembuh dan 24 orang meninggal.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020