Peserta didik tidak mampu, Jambi fasilitasi dengan belajar luring

Peserta didik tidak mampu, Jambi fasilitasi dengan belajar luring

Wakil Wali Kota Jambi Maulana memberikan keterangan pers di Jambi, Jumat (7/8/2020). Pemerintah Kota Jambi memfasilitasi peserta didik tidak mampu untuk belajar secara luar jaringan (luring). (FOTO ANTARA/Muhamad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota Jambi, Provinsi Jambi memfasilitasi peserta didik yang tidak mampu untuk belajar dengan metode luar jaringan (luring) di sekolah yang ada di kota itu.

“Selama dua pekan ke depan kita prioritaskan peserta didik untuk belajar secara dalam jaringan (daring) namun peserta didik yang tidak mampu difasilitasi untuk belajar secara luar jaringan (luring) di sekolah-sekolah,” kata Wakil Wali Kota Jambi Maulana di Jambi, Jumat.

Pada tahun ajaran baru 2020/2021, Pemerintah Kota Jambi melakukan uji coba untuk melaksanakan pembelajaran secara luring pada sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), di mana uji coba tersebut dilaksanakan dengan persetujuan wali murid.

Selain itu, uji coba tersebut hanya dilaksanakan selama tiga jam pembelajaran dalam setiap harinya, di mana peserta didik masuk secara bergantian dengan selisih waktu satu jam dari setiap tingkatan kelas.

Namun sejak terjadinya peningkatan pasien terkonfirmasi positif di daerah itu, kata dia, Pemerintah Kota Jambi memrioritaskan peserta didik untuk menggunakan sistem pembelajaran secara daring selama dua pekan ke depan.

Akan tetapi peserta didik yang tidak mampu atau peserta didik yang tidak memiliki fasilitas untuk pembelajaran secara daring, katanya, difasilitasi oleh Pemerintah Kota Jambi untuk melakukan pembelajaran dengan sistem luring.

Ia mengatakan bahwa ada sebanyak 542 peserta didik tingkat SD dan SMP yang terdata di Kota Jambi tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan pembelajaran dengan sistem daring.

“Protokol kesehatan COVID-19 terhadap 542 peserta didik yang melaksanakan pembelajaran secara luring ini akan benar benar diawasi dan di perketat,” katanya.

Difasilitasinya peserta didik yang tidak mampu itu untuk belajar secara luring agar mereka mendapatkan hak-haknya untuk belajar selama pandemi COVID-19 karena sebelumnya mereka tidak bisa berbuat apa apa karena keterbatasan ekonomi, demikian Maulana.

Baca juga: Bertambah dua, positif COVID-19 Provinsi Jambi lampaui 100 kasus

Baca juga: Mahasiswa di Jambi lakukan kuliah daring untuk cegah corona

Baca juga: Wakil Wali Kota Jambi cek stok pangan, antisipasi dampak corona

Baca juga: Pulang studi lapangan, rombongan SMAN I Jambi disemprot disiinfektan

Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020