Menteri PPPA: Pengasuhan anak bukan hanya tugas perempuan

Menteri PPPA: Pengasuhan anak bukan hanya tugas perempuan

Sejumlah relawan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) bermain dan menghibur bersama anak-anak pengungsi korban longsor di Kampung Cigobang, Lebak, Banten, Kamis (9/7/2020). ANTARA FOTO/Muhamamad Bagus Khoirunas/agr/nz (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum pengingat bahwa pengasuhan anak bukan hanya tugas perempuan.

"Pengasuhan anak adalah tugas bersama orang tua, perempuan dan laki-laki," kata Bintang dalam jumpa pers virtual peringatan Hari Anak Nasional 2020 yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Bintang mengatakan terdapat kesalahan persepsi yang menganggap pengasuhan anak adalah bagian dari kodrat perempuan. Menurut Bintang, kodrat perempuan adalah hamil, melahirkan, dan menyusui.

Karena itu, pengasuhan anak menjadi tugas, tanggung jawab, dan kerja bersama keluarga dan orang tua, bukan hanya perempuan sebagai ibu.

Baca juga: Sejumlah penghargaan diberikan KPAI pada Hari Anak Nasional 2020

Baca juga: Pemerintah rayakan HAN secara virtual, pastikan mereka terlindungi


"Memang berbicara tentang anak tidak bisa lepas dari peran ibu. Namun pengasuhan anak bersama antara ibu dan ayah tidak hanya akan melahirkan anak-anak yang pandai, tetapi juga berkualitas, berkarakter, dan sehat mental spiritual," tuturnya.

Bintang mengatakan anak adalah generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang harus memiliki bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan, dan kesehatan jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli juga dimaksudkan untuk mendorong pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, dunia pendidikan dan media massa untuk melakukan kerja-kerja aktif yang berdampak baik pada tumbuh kembang anak di sektornya masing-masing.

"Sasaran kita adalah Indonesia Layak Anak 2030. Sangat penting bagi kita untuk menurunkan angka kekerasan pada anak. Itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama," katanya.

Bintang mengatakan kekerasan pada anak masih terjadi, termasuk pada masa pandemi COVID-19 ketika anak-anak lebih banyak berada di rumah saja. 

Baca juga: Menteri PPPA: Keluarga lembaga pertama-utama pelindungan anak

Baca juga: Kemen PPPA: Dua dari tiga anak Indonesia pernah alami kekerasan
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020