Mahasiwa Unusa diharapkan Wapres jadi agen perubahan

Mahasiwa Unusa diharapkan Wapres jadi agen perubahan

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat memberi pengarahan di sela membuka Dies Natalis ke-7 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) secara daring, di Surabaya, Selasa (21/7/2020). (FOTO ANTARA/HO-Unusa/WI)

Surabaya (ANTARA) - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berharap kepada seluruh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat serta berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.

"Sebagai insan cendekiawan yang berkesempatan menikmati pendidikan tinggi, saya berharap agar saudara-saudara sekalian dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat dan berkontribusi secara nyata bagi pembangunan bangsa dan negara," katanya saat membuka Dies Natalis Ke-7 Unusa secara daring di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Menurut dia, Dies Natalis bagi perguruan tinggi bukan hanya sekedar selebrasi rutin tahunan, tetapi selayaknya dimaknai dengan upaya untuk melakukan refleksi terhadap apa yang sudah maupun belum tercapai sehingga tumbuh berkualitas serta mandiri.

"Saya juga mengharapkan agar Universitas NU terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang besar, berkualitas, mandiri, semakin dewasa dan mampu menjalankan peran sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian serta pengabdian masyarakat," ucapnya.

Sebagai lembaga pendidikan berbasis organisasi massa Islam, kata dia, Unusa harus terus memegang teguh dan menerapkan paradigma NU yaitu Almuhadhah alalqodinusholih wal akhdzu biljadidil asylah, yang artinya memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.

Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa memelihara yang lama yang baik artinya menjaga warisan yang dimiliki, baik menyangkut akidah yaitu akidah ahlusunnah wal jamaah, cara berfikir ala NU (fikrah nahdliyah) yaitu cara berfikir moderat, dinamis, bermanhaj dan juga amaliyah nahdliyah.

Kemudian, mengambil yang baru yang lebih baik, lanjut dia, artinya melakukan transformasi terutama yang menyangkut Ilmu pengetahuan dan teknologi yang pada saat ini menjadi penentu kemajuan dan daya saing.

"Kemajuan iptek di tengah arus globalisasi yang cepat saat ini adalah suatu keniscayaan yang tidak mungkin dihindari," katanya.

Wapres mengatakan kemajuan iptek selain memberikan berbagai manfaat yang telah dirasakan, juga membawa dampak disruptif atau perubahan cepat yang mendasar yang telah dan akan mengubah cara beraktivitas, berbisnis, berproduksi, bertransaksi dan berinteraksi.

"Oleh karena Itu, di samping harus mengejar kemajuan IPTEK, kita harus tetap menjaga agar nilai-nilai lama yang masih baik tidak terdisrupsi," katanya.

Pada kesempatan tersebut Ma'ruf Amin juga mengajak untuk melakukan inovasi-inovasi sesuai dengan platform NU yang dinyatakan sebagai organisasi perubahan.

Wapres juga menyampaikan bahwa sejatinya NU adalah merupakan gerakan ulama untuk melakukan perbaikan dan perubahan bagi umat.

"Karena itu saya menambahkan satu paradigma lagi yaitu al Islah Ila ma huwal aslah tsummal aslah fal aslah. Artinya melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan, secara sustainable (berkelanjutan)," demikian Wapres Ma;ruf Amin.

Baca juga: Wapres dijadwalkan buka Dies Natalis ke-7 Unusa secara daring

Baca juga: Mahasiswi Unusa teliti spa diabetik untuk diabetes

Baca juga: Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya siapkan S2 keperawatan
Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020