Kemarin uskup-pastor kena COVID-19, ahli sampaikan imbauan soal Merapi

Kemarin uskup-pastor kena COVID-19, ahli sampaikan imbauan soal Merapi

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta menerbangkan pesawat nirawak di Turgo, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/7/2020), dalam pemetaan dampak erupsi Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pada Minggu (19/7) ada warta mengenai pastor dan uskup yang terserang COVID-19 dan imbauan ahli vulkanologi berkenaan dengan penggembungan yang terjadi pada Gunung Merapi.

Selain itu ada informasi mengenai perkembangan penanganan COVID-19 dan pedoman kegiatan di perkantoran yang dapat disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

Selain Uskup Agung Medan, empat pastor positif COVID-19

Uskup Agung Kota Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap dan empat pastor dinyatakan positif terpapar virus corona penyebab COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Juru Bicara Keuskupan Agung Medan Pastor Benjamin Purba.

Gunung Merapi menggembung, ahli minta warga tidak panik

Ahli vulkanologi Universitas Gadjah Mada Agung Harijoko meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan namun tidak panik karena deformasi berupa penggembungan yang terjadi pada Gunung Merapi.

"Tetap tenang dan jangan panik. Ikuti arahan dan patuhi rekomendasi yang disampaikan oleh BPPTKG atau BPBD setempat," kata Agung melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Minggu.

Pasien COVID-19 yang sembuh capai 45.401 orang

Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan pada Minggu jumlah pasien COVID-19 yang sembuh bertambah 2.133 menjadi 45.401 orang dari total jumlah pasien COVID-19 yang sebanyak 86.521 orang. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal dunia akibat penyakit itu total 4.143 orang.

Pemerintah keluarkan pedoman berkegiatan di kantor selama pandemi COVID-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan pemerintah telah mengeluarkan pedoman pelaksanaan kegiatan di kantor selama pandemi COVID-19.

"Kita lihat aktivitas sudah dimulai termasuk di sektor perkantoran dan kami sudah berikan beberapa pedoman agar tetap waspada serta mengimplementasikan adaptasi perubahan atau kebiasaan yang baru," katanya.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020