Harga sawit di Sumatera Selatan berangsur naik

Harga sawit di Sumatera Selatan berangsur naik

Pekerja mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Muara Sabak Barat, Tajungjabung Timur, Jambi, Jumat (10/7/2020). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/pras/aa.

Palembang (ANTARA) - Harga komoditas kelapa sawit di Sumatera Selatan berangsur naik seiring meningkatnya permintaan pasar ekspor dari sejumlah negara tujuan.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Sumsel, harga penetapan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada periode I bulan Juli 2020 sebesar Rp7.062,47 per kilogram. Harga tersebut sudah meningkat 1,64 persen dibanding periode terakhir Juni 2020.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel Alex Sugiarto di Palembang, Sabtu, mengatakan peningkatan harga CPO tidak terlepas dari kondisi permintaan pasar dunia.

“Permintaan dunia meningkat, kondisi itu dipengaruhi konsumsi (CPO) di China dan India yang mulai membaik,” kata dia.

Baca juga: Kemendag: Permintaan produk sawit dunia mulai naik

Alex menerangkan kenaikan harga CPO juga terjadi akibat kondisi harga komoditas minyak nabati lainnya, seperti kedelai yang juga mulai tinggi. Hal tersebut menyebabkan pembeli akhirnya beralih ke CPO.

Ia mengatakan faktor eksternal lain dari negara tetangga yang juga produsen CPO, Malaysia, juga menjadi sentimen positif untuk ekspor CPO asal Tanah Air.

“Persediaan CPO Malaysia pada akhir Mei turun dan juga adanya pelemahan mata uang ringgit terhadap dollar AS sehingga membuat ekspor CPO dari Sumsel pun jadi naik,” katanya.

Baca juga: Dubes: RI perlu bukti ilmiah untuk tangkal isu negatif sawit di UE

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, nilai ekspor minyak kelapa sawit dan fraksinya melejit hingga 563 persen pada bulan Juni 2020, yakni menjadi 15,33 juta dolar AS dari semula 2,31 juta dolar AS pada Mei 2020.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020