AS bebaskan siswa Eropa dari larangan perjalanan COVID-19

AS bebaskan siswa Eropa dari larangan perjalanan COVID-19

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memakai masker saat berkunjung ke Walter Reed National Military Medical Center di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2020). (REUTERS/Tasos Katopodis/foc/cfo)

Washington (ANTARA) - Pelajar asing yang datang dari Eropa dibebaskan dari larangan perjalanan yang diberlakukan Amerika Serikat karena pandemi COVID-19, kata Departemen Luar Negeri AS kepada kongres pada Kamis.

Departemen Luar Negeri juga mengatakan kepada anggota parlemen bahwa mereka akan menawarkan pengecualian untuk beberapa peserta program pertukaran budaya (au pair) dan anggota keluarga pemegang visa di Amerika Serikat, menurut sebuah memo yang dikirim ke anggota parlemen dan dilihat oleh Reuters.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk secara bertahap membuka kembali perjalanan internasional setelah adanya pembatasan menyeluruh selama berbulan-bulan akibat pandemi virus corona baru.

Presiden Donald Trump pada Maret melarang masuk wisatawan dari sebagian besar negara Eropa karena kasus COVID-19 melonjak di wilayah tersebut sebelum penyakit itu menyerang Amerika Serikat.

Uni Eropa mulai mengizinkan perjalanan non-esensial dari sejumlah negara terbatas bulan lalu, tetapi para wisatawan dari Amerika Serikat, tempat kasus virus corona telah meningkat dengan cepat dalam beberapa minggu terakhir, tetap dilarang.

Baca juga: Uni Eropa kecualikan Amerika Serikat dari daftar negara "aman"

Baca juga: Kasus corona AS naik lebih dari 48.000, cetak rekor harian baru


Keputusan AS untuk mengizinkan masuk siswa Eropa itu diambil setelah pemerintahan Trump sebelumnya menyetujui kebijakan yang bisa memaksa puluhan ribu siswa internasional meninggalkan Amerika Serikat jika kelas mereka seluruhnya dilakukan secara daring.

China, Brasil, dan Iran menghadapi larangan bepergian yang serupa, tetapi siswa dari negara-negara tersebut tidak termasuk dalam pengecualian AS

Siswa di negara-negara Eropa yang sudah memiliki visa untuk belajar di Amerika Serikat dibebaskan dari larangan tersebut, menurut memo itu.

Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan pasangan dan anak-anak dari pekerja asing tertentu yang datang ke Amerika Serikat dapat memenuhi syarat untuk pengecualian, termasuk pasangan pekerja terampil dengan visa jenis H-1B.

Departemen Luar Negeri AS sejauh ini belum menanggapi permintaan komentar.

Baca juga: Mahasiswa asing terancam diusir dari AS, RI pastikan perlindungan

Baca juga: Pelajar asing khawatir akan dikirim pulang terkait kebijakan visa AS
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020