Kowani : Perempuan pilar dan pelopor ketahanan pangan

Kowani : Perempuan pilar dan pelopor ketahanan pangan

Webinar nasional "Peran Perempuan Dalam Ketahanan Pangan Nasional Di Era Tatanan Kehidupan Baru" di Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA/Indriani/pri.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan perempuan merupakan pilar dan pelopor dalam ketahanan pangan pada saat pandemi COVID-19.

"Peran perempuan sangat vital sebagai pilar dan pelopor ketahanan pangan. Mengapa? karena secara sosiokultural perempuan hidup  di tengah masyarakat. Bukan hanya masyarakat tetapi juga keluarga," ujar Giwo dalam webinar nasional "Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan Pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru" di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan perempuan mengetahui seluk-beluk masalah yang terjadi di keluarga dan tentu saja riil. Perempuan juga memiliki peranan penting di keluarga, misalnya mengetahui beras habis maupun mencari obat pada saat keluarga sakit.

Baca juga: KOWANI desak pengesahan RUU PPRT jadi UU PPRT

"Secara psikologis juga, perempuan dengan anak yang sedang tumbuh yang membutuhkan edukasi," tambah dia.

Perempuan, kata dia, dapat melakukan kegiatan untuk meningkatkan taraf ekonomi pertanian dan menjaga ketahanan pangan berupa, tidak melakukan pembelian pangan secara panik, mengupayakan diversifikasi pangan dengan mengonsumsi pangan lokal, dan menyediakan pangan untuk konsumsi.

Para perempuan juga dapat melakukan kegiatan membuat pangan sendiri dengan cara budidaya ikan di dalam ember dan bercocok tanam memanfaatkan lahan kosong di perkarangan rumah.

"Perempuan juga harus berpikir kreatif, agar dapat bertahan pada saat pandemi ini," jelas dia.

Baca juga: Kowani : Perempuan berperan topang ekonomi keluarga saat pandemi

Kowani sendiri, lanjut dia, telah melakukan setidaknya 90 kegiatan selama pandemi COVID-19.Mulai dari pembagian sembako, hingga pembagian bibit kepada para perempuan yang ingin menjadi petani.

"Kami juga melakukan kegiatan peningkatan kompetensi perempuan, yang dulunya tidak bisa masak sekarang sudah bisa masak untuk dijual."

Dia berharap kesadaran akan peran perempuan untuk ketahanan pangan selama pandemi semakin meningkat. Melalui sosialisasi dan edukasi mengenai peran perempuan dalam ketahanan pangan diharapkan adanya jaminan terhadap ketersediaan pangan yang bergizi dan berkontribusi dalam mencegah dampak COVID-19. Ke depannya, Giwo berharap perhatian akan ketahanan pangan dapat terus meningkat.

"Perempuan juga menjadi kunci dalam meningkatkan perekonomian keluarga, serta menjaga perekonomian bangsa dari keterpurukan," imbuh dia.****3***

Baca juga: Dugaan pelibatan anak dalam demo RUU HIP, Kowani lapor KPAI
Baca juga: Kowani: Peran ibu memperkokoh ketahanan mental keluarga saat pandemi
Baca juga: Kowani siapkan tatanan adaptasi normal baru dengan berbasis keluarga
Pewarta : Indriani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020