Waskita Karya raih rating BBB+ dari Pefindo

Waskita Karya raih rating BBB+ dari Pefindo

Gedung Waskita Karya di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta. Dalam beberapa tahun terakhir, Waskita semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu kontraktor utama serta pengembang dan realti di Indonesia. (ANTARA/Waskita)

Jakarta (ANTARA) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk BUMN infrastruktur berkode saham WSKT, memperoleh peringkat BBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) setelah sebelumnya mendapatkan peringkat A-.

Penyesuaian peringkat disebabkan risiko yang mungkin timbul pada Waskita akibat faktor sektoral, seperti terhambatnya progres pekerjaan proyek konstruksi akibat COVID-19 dan potensi berkurangnya jumlah tender dari proyek-proyek infrastruktur yang direncanakan diperoleh tahun 2020.

"Penurunan rating 1 notch ini menunjukkan proses perbaikan di WSKT setelah sebelumnya rating WSKT turun 2 notch (dari A- ke BBB) berdasarkan rating review dari kembaga rating Fitch per Mei 2020," kata Director of Finance WSKT Taufik Hendra Kusuma, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Selain itu, WSKT juga tercatat memiliki rasio leverage yang cukup besar, hal ini disebabkan keterlibatan WSKT dalam investasi jalan tol sejak 2014.
Saat ini WSKT memiliki konsesi atas 16 ruas jalan tol dan 10 ruas diantaranya telah beroperasi.

Dijelaskan, mitigasi yang dilakukan oleh perseroan untuk menekan risiko keuangan adalah dengan melakukan akselerasi progress pada proyek-proyek dan memastikan target pembayaran termin proyek tercapai.

Seluruh proyek WSKT telah berjalan dengan normal meskipun masih menghadapi tantangan akibat Pandemi Covid-19 terutama terkait penyediaan bahan baku dan tenaga kerja.

Pada tahun 2020, WSKT menargetkan mendapatkan pembayaran termin proyek "turnkey" dan "non-turnkey" sebesar Rp35 triliun di mana sampai dengan Mei 2020 sebesar Rp12,5 triliun sudah diperoleh oleh WSKT.

Begitu juga dengan pengembalian Dana Talangan Tanah (DTT) oleh Lembaga Manajemen Aset Negara yang sampai dengan saat ini sudah dibayarkan sebesar Rp1,6 triliun dari target pengembalian DTT tahun 2020 yaitu sebesar Rp4,5 triliun.

Hendra menjelaskan, WSKT melaksanakan langkah-langkah efisiensi terhadap belanja modal serta beban operasional di lingkungan kantor dan juga di tingkat proyek. Efisiensi yang dilakukan diikuti dengan komitmen untuk tidak melakukan pengurangan tenaga kerja.

Selain itu, WSKT juga telah mendapatkan relaksasi pembayaran fasilitas pinjaman dari bank-bank kreditur utama.

Dalam rangka menurunkan tingkat leverage, WSKT memastikan terlaksananya divestasi atas kepemilikan PT Waskita Toll Road di beberapa konsesi jalan tol dapat terlaksana sesuai rencana.

Sampai saat ini, terdapat beberapa paket transaksi, di antaranya pelepasan ruas Bekasi - Cawang - Kampung Melayu dan ruas Cibitung - Cilincing, yang sedang diproses oleh WSKT baik melalui skema pelepasan langsung maupun lewat penerbitan instrumen ekuitas.

“WSKT memastikan akan memenuhi kewajibannya serta berharap pandemi COVID-19 segera usai agar kegiatan ekonomi dapat kembali normal. Walaupun terdapat penurunan rating 1 notch oleh Pefindo, namun kondisi ini secara umum lebih baik dari penurunan 2 notch oleh Fitch per Mei 2020," ujarnya.

Kondisi ini secara tidak langsung menunjukkan "confidence rating agency" bahwa upaya perbaikan posisi keuangan perusahaan telah berjalan "on the track",

Baca juga: Dirut: Waskita Karya perlu suntikan dana, akan ajukan PMN
Baca juga: Dukung UMKM, Waskita beri pinjaman modal untuk 8 mitra binaan
Pewarta : Royke Sinaga
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020