Polisi Colorado dipecat karena foto ejekan kematian warga kulit hitam

Polisi Colorado dipecat karena foto ejekan kematian warga kulit hitam

Pengunjuk rasa berkumpul di lokasi George Floyd, pria kulit hitam tak bersenjata, dilumpuhkan oleh seorang polisi kulit putih yang berlutut di lehernya, sebelum kemudian meninggal di rumah sakit di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Selasa (26/5/2020). REUTERS/Eric Miller/foc/djo

Denver (ANTARA) - Tiga orang anggota kepolisian Colorado, AS, dipecat sementara satu lainnya mengundurkan diri setelah mereka membuat foto ejekan yang menirukan pencekikan seorang warga kulit hitam hingga tewas oleh petugas, demikian keterangan otoritas pada Jumat (3/7).

Kepala interim kepolisian Aurora di pinggiran Kota Denver, Vanessa Wilson, menyebut aksi yang mencemooh kematian Elijah McClain (23), yang ketika kejadian tidak bersenjata, sebagai "perbuatan tercela".

"Saya merasa amat sangat jijik (atas hal itu)," kata Wilson dalam konferensi pers soal pemecatan para petugas tersebut.

Ketiga petugas itu bernama Jason Rosenblatt, Erica Marrero, dan Kyle Dittrich. Sedangkan petugas yang mengundurkan diri pada awal pekan ini adalah Jaron Jones.

Salah satu foto yang mereka buat menunjukkan Dittrich dan Jones mereka ulang pencekikan leher, sementara Marrero berdiri di dekat mereka sembari tersenyum lebar. Foto-foto cemoohan, yang kemudian dirilis oleh pihak otoritas, diambil di dekat lokasi kejadian perkara.

Sementara Rosenblatt, yang terlibat dalam pencekikan sesungguhnya terhadap McClain, dipecat setelah merespons "HaHa" (tiruan tertawa) setelah mendapat kiriman foto tersebut.

Baca juga: Polisi New York diskors usai insiden mencekik terekam dalam video

Baca juga: Rayshard Brooks tewas ditembak, eks polisi Atlanta serahkan diri


Pengacara keluarga McClain, Mari Newman, mengatakan polisi tidak hanya membunuh seorang yang tak bersalah, namun juga merasa mempunyai kuasa untuk mengolok-olok kejadian itu dengan menirukannya.

Peristiwa pada McClain terjadi pada Agustus 2019. Dia sedang berjalan di wilayah Aurora ketika didatangi tiga polisi atas laporan bahwa gerak-geriknya mencurigakan, meskipun McClain tidak melakukan tindak kriminal apa pun.

Dalam upaya penangkapan, McClain sempat berkata dirinya tidak bisa bernapas akibat cekikan tersebut, menurut rekaman suara yang dirilis pihak otoritas.

Para petugas menaklukkan McClain dengan cara mencekik, sementara paramedis kemudian menyuntik dia dengan obat penenang. Jantung McClain kemudian berhenti bergerak dan alat bantu hidup yang dikenakan padanya dicabut beberapa hari kemudian.

Jaksa pengadilan setempat menolak mengajukan tuntutan hukum terhadap petugas maupun paramedis yang terlibat dalam kejadian itu, karena merujuk pada hasil otopsi yang menunjukkan bahwa penyebab kematian tidak dapat ditentukan.

Gubernur Colorado Jared Polis telah menugaskan jaksa khusus untuk mengkaji ulang kasus itu.

Sementara itu, FBI dan Kementerian Kehakiman AS pada pekan ini menyebut bahwa mereka tengah menyelidiki apakah ada pelanggaran terhadap hak sipil McClain.

Sumber: Reuters

Baca juga: Trump: Polisi sebaiknya tidak gunakan teknik mencekik leher

Baca juga: Autopsi independen membuktikan George Floyd tewas karena cekikan


 

Polisi Sorong bekuk tiga pelaku begal dengan timah panas

Pewarta : Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020