KKP-UNILA jalin kerja sama riset sosial ekonomi

KKP-UNILA jalin kerja sama riset sosial ekonomi

Ilustrasi - Desa nelayan. Riset terkait sektor kelautan dan perikanan harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (en.wikipedia.org)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama-sama dengan Universitas Lampung bersinergi dalam rangka menjalin kerja sama mewujudkan efektivitas hasil riset serta meningkatkan hilirisasi riset sektor kelautan dan perikanan.

Kepala Balai Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) Rudi Alek Wahyudin dalam rilis di Jakarta, Rabu, menyatakan, kerja sama ini mempercepat pelaksanaan kegiatan riset unggulan, yaitu menghasilkan model sosial ekonomi kelautan dan perikanan.

Penandatangan naskah kerja sama ini dilakukan secara virtual melalui media Zoom Meeting, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. PKS ditandatangani oleh Kepala BBRSEKP, Rudi Alek Wahyudin dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Irwan Sukri Banuwa, pada 23 Juni 2020.

"BBRSEKP melalui Kegiatan Riset Model Sosial Ekonomi Open-Closed Season dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan telah menginisiasi kerja sama dalam pengambilan data primer di lapangan, dengan melibatkan staf pengajar dan mahasiswa dari Fakultas Pertanian UNILA," kata Rudi Alek.

Selain itu, ujar dia, untuk menguatkan komunikasi, koordinasi dan sinergi yang telah dibangun, maka disusun naskah kerja sama memayungi program maupun kegiatan bersama sesuai ruang lingkup yang telah disepakati.

Dekan FP UNILA, Irwan Sukri Banuwa, pun menyambut baik kegiatan kerja sama ini, karena dinilai dapat memperkuat salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Kampus Merdeka yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

"Saya berharap Mahasiswa UNILA berkesempatan untuk mendapatkan bimbingan oleh peneliti BBRSEKP untuk meningkatkan kompetensinya. Termasuk juga peluang untuk mengakses publikasi dan diseminasi hasil riset dalam jurnal lingkup BBRSEKP," ungkapnya.

Ke depannya, ruang lingkup kerja sama tidak hanya terbatas pada kegiatan riset saja, namun mencakup pengabdian masyarakat di bidang sosial ekonomi kelautan dan perikanan, praktik kerja lapangan, bimbingan mahasiswa dan diseminasi serta publikasi hasil riset.

Ia mengemukakan bahwa akselerasi inovasi pelaksanaan kegiatan riset tentunya dapat terwujud dengan kerja sama yang baik antar berbagai unsur dalam penelitian termasuk peneliti dan objeknya.

Kemudian, sudut pandang baru diperlukan agar akselerasi inovasi pelaksanaan riset dapat dilakukan, diantaranya dengan melibatkan pihak lain dalam pengambilan data sebagai perpanjangan tangan peneliti.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020