Didik Nini Thowok ramaikan #LathiChallenge

Didik Nini Thowok ramaikan #LathiChallenge

Seniman tari Didik Nini Thowok. (Instagram/@didikninithowok)

Jakarta (ANTARA) - Maestro tari Didik Nini Thowok meramaikan #LathiChallenge di dunia maya dengan mengunggah video cover tari lagu "Lathi" yang dipopulerkan oleh Weird Genius dan Sara Fajira.

Melalui akun Instagram pribadinya, Didik Nini Thowok membagikan cuplikan dirinya saat melakukan cover tari dari lagu "Lathi" yang viral akhir-akhir ini.

"Lathi versi Didik Nini Thowok terinspirasi banyak hal sejak pemahaman yang keliru seperti lagu 'Mocopat Lingsir Wengi' yang katanya untuk mengundang Kuntilanak," tulis Didik Nini Thowok dalam keterangan unggahannya, Rabu.

Baca juga: Orkestra Melbourne berkolaborasi dengan Didik Nini Thowok

Baca juga: Didik Nini Thowok kolaborasikan tarian Indonesia-Jepang


Dalam unggahan itu, Didik Nini Thowok tampil dengan mengenakan bermacam kostum dan topeng khas sambil menari dengan diiringi lagu "Lathi".

"Sempat dikatakan Lathi pemuja setan, hadeh...gusti nyuwun kawelasan mbok ya belajar-belajar dan belajar kalau belum tahu bahasa Jawa ya belajar supaya tidak gagal faham," kata Didik Nini Thowok mengomentari lagu "Lathi" yang dikaitkan dengan hal mistis.

Video unggahan #LathiChallenge Didik Nini Thowok tersebut mendapat respon positif dari warganet yang kagum melihat kepiawaian sang maestro.

Tak lupa Didik Nini Thowok juga mengingatkan kepada anak muda untuk tidak melupakan budaya yang menjadi identitas diri bangsa.

"Yuk sayang kita jadi generasi milenial yang smart dan berbudaya. Ingat budaya merupakan identitas sebuah bangsa besar. Kebetulan eyang juga belajar sedikit budaya Jepang jadi ada persamaan filosofi tentang simbol kemarahan wanita. Baca 'Topeng Hannya' dan 'Tsunokakushi' di Google," imbuhnya.

Baca juga: Mengenal Sara Fajira, sosok viral di lagu "Lathi"

Baca juga: Sara Fajira ungkap pembuatan lirik bahasa Jawa "Lathi"

Baca juga: Dikaitkan mistis, Weird Genius buka suara soal lagu "Lathi"
Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020