Kowani siapkan tatanan adaptasi normal baru dengan berbasis keluarga

Kowani siapkan tatanan adaptasi normal baru dengan berbasis keluarga

Ketua Umum Kowani Dr Giwo Rubianto Wiyogo dalam webinar "Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru" di Jakarta, Selasa (23/6). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan pihaknya menyiapkan tatanan adaptasi kebiasaan baru atau normal baru dengan pendekatan berbasis keluarga serta preventif dan promotif.

"Adaptasi kebiasaan baru adalah sebuah tatanan kebiasaan baru agar manusia tetap sehat tidak tertular atau menularkan penyakit dan dapat menjalankan fungsi dan peran sebagai makhluk sosial dan produktif dalam keterbatasan yang ada selama belum ditemukan obat dan vaksin terhadap COVID-19," ujar Giwo dalam webinar "Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru" di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan model sosio ekologi dari promosi kesehatan, kata dia, Kowani bekerja berdasarkan kebijakan dan program pemerintah untuk disampaikan kepada masyarakat maupun organisasi yang ada di masyarakat, hingga keluarga yang merupakan terkecil dari masyarakat.

"Dalam hal ini, ibu berperan penting sebagai garda terdepan dalam melakukan pencegahan dan penyiapan tatanan pengelolaan COVID-19 di dalam keluarga baik pada masa pandemi maupun dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru," tambah dia.

Kowani memfasilitasi kesiapan masyarakat dengan mengubah perilaku untuk dapat menjalankan aktivitas normal, seperti menjalani tatanan kehidupan baru secara produktif dan aman, hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku pencegahan, senantiasa mengikuti protokol kesehatan di setiap tempat, dan terus melakukan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak secara optimal dengan melakukan pendidikan dari rumah.

Baca juga: Kowani berikan pelatihan pada perempuan untuk bangkit saat pandemi

Baca juga: Kowani ajak organisasi perempuan terlibat dalam penanganan COVID-19


Pandemi COVID-19, lanjut dia, telah memberikan berbagi dampak diantaranya tekanan ekonomi rumah tangga, terutama bagi pekerja harian, serta pembiasaan perilaku hidup bersih sehat yang memerlukan kepatuhan akan protokol Kesehatan bagi seluruh anggota keluarga di tempat fasilitas umum. Kesehatan keluarga perlu didukung peran aktif seluruh anggota keluarga.

"Seseorang yang menerapkan pola hidup sehat kemungkinan besar berasal dari keluarga yang menerapkan pola serupa. Meski semua berperan penting untuk membangun kesehatan keluarga, namun faktanya ibu memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas kesehatan keluarga termasuk dalam memperkokoh ketahanan mental keluarga," jelas dia.

Sejumlah upaya dilakukan Kowani dalam penanggulangan bencana non alam COVID-19, yakni mendukung kebijakan, regulasi dan program pemerintah dengan penguatan jalinan keluarga, pembentukan Panitia Solidaritas Bencana Nasional (PSBN) non alam, melakukan dialog bersama di masyarakat berbasis komunikasi digital, dan membangun langkah pemulihan bersama dengan melakukan pengendalian hidup sehat dan penguatan ekonomi keluarga.

Selanjutnya, menjadi agen perubahan dalam melakukan aksi, hasil akhir yang diharapkan adalah mampu menjalankan dan mengembangkan berbagai indikator sosial keluarga di masyarakat dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru.

"Kowani siap bersinergi dalam mengatasi dampak adaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan berbagai kegiatan dan kemitraan dengan berbagai pihak," kata dia lagi.

Dalam kesempatan itu, Giwo meminta agar para ibu untuk dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru dan menjadi penopang keluarga yang tangguh dan cerdas, karena ibu berperan penting dalam masa depan keluarga bahkan bangsa.

"Dengan adanya ketahanan keluarga, berbagai persoalan dan tantangan dapat dihadapi. Perempuan cerdas dapat menjadi agen perubahan," imbuh dia.

Baca juga: Kowani minta adanya standar pembelajaran daring

Baca juga: 1.000 anggota Kowani ikuti tes cepat COVID-19

 
Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020