Sahroni: Kutipan Gus Dur terkait Polisi adalah nasihat untuk institusi

Sahroni: Kutipan Gus Dur terkait Polisi adalah nasihat untuk institusi

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni. (ANTARA/HO-Dok Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menilai kutipan Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terkait Kepolisian merupakan nasihat bagi institusi tersebut untuk selalu menjadi abdi masyarakat yang lurus dan jujur.

"Menurut saya, kutipan ini adalah pengingat sekaligus nasihat abadi bagi kepolisian. Ini adalah pengingat untuk para Polisi agar tetap bekerja sesuai koridor, amanah, dan lurus," kata Sahroni di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Sahroni: usut tuntas intimidasi pada jurnalis dan akademisi UGM

Hal itu dikatakannya terkait kejadian pemanggilan seorang warga Ismail Ahmad di Maluku Utara oleh Polisi karena mengunggah lawakan dari Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid yang menyindir terkait polisi jujur di Indonesia menyebabkan polemik di masyarakat.

Dalam statusnya di media sosial Ismail mengutip lelucon yang pernah disampaikan Gus Dur tentang polisi jujur. yaitu "Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: Patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng".

Sahroni mengatakan pernyataan tersebut tentu saja wajar jika digunakan di masyarakat selama bukan digunakan untuk menyudutkan institusi Kepolisian.

"Wajar saja ya, karena tujuannya untuk mengingatkan, bukan dipelintir untuk menyudutkan institusi kepolisian. Jadi kita juga harus sama-sama fair, publik mengingatkan, polisi juga bisa menerima kritikan," ujarnya.

Namun menurut dia, apabila ada indikasi adu domba, maka pihak yang berwajib juga berhak mengambil tindakan yang diperlukan.

Baca juga: Sahroni apresiasi Kapolri tunjuk polwan isi posisi strategis

Baca juga: Sahroni apresiasi instruksi Kapolri terkait beras bagi masyarakat


Dia mengatakan kalau tujuannya untuk mengingatkan Polri maka tidak masalah karena Kepolisian harus bisa lebih berhati-hati dalam menanggapi candaan maupun kritikan dari masyarakat.
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020