Gugus Tugas: Kasus positif COVID-19 dan reaktif rapid nol di Karawang

Gugus Tugas: Kasus positif COVID-19 dan reaktif rapid nol di Karawang

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini/dok)

Karawang (ANTARA) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Karawang, Jabar, mengatakan jumlah warga yang terpapar virus corona sudah berkurang, tidak ada lagi kasus positif COVID-19 dan reaktif uji cepat (rapid test).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat Fitra Hergyana, di Karawang, Jumat, mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir hingga saat ini tidak ada penambahan kasus warga yang terkonfirmasi positif.

"Sampai hari ini dilaporkan tidak ada kasus positif COVID-19 dan tidak ada warga yang reaktif uji cepat," katanya.

Sebanyak 20 orang di Karawang sebelumnya terkonfirmasi positif, dan kini seluruhnya telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit sekitar Karawang.

Baca juga: Toyota Indonesia serahkan Kijang Innova Ambulans untuk Karawang

Baca juga: Dedi Mulyadi: Maksimalkan pemberdayaan RT/RW turunkan kasus COVID-19


Sedangkan dari 271 orang yang reaktif rapid test, 241 orang di antaranya telah sembuh dan 30 orang dilaporkan meninggal dunia.

Fitra menyampaikan, hingga kini jumlah pasien dalam pengawasan yang masih dalam proses pengawasan tersisa 12 orang dan jumlah orang dalam pemantauan yang kini masih proses pemantauan tersisa 172 orang.

Ia mengatakan, sebanyak 181 orang telah mengikuti uji usap (swab) massal yang digelar pada Jumat ini di Pasar Batujaya, Pasar Rengasdengklok dan Pasar Cilamaya.

"Selanjutnya tes usap massal akan digelar di Pasar Karawang, Pasar Johar dan Pasar Telukjambe Blok R Bumi Telukjambe," katanya.

Menurut dia, pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Karawang kemungkinan besar akan dilanjutkan, sesuai dengan arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.*

Baca juga: Saat PSBB, wisata Pantai Tanjungpakis Karawang dipadati pengunjung

Baca juga: 66 orang di Karawang meninggal dunia akibat COVID-19
Pewarta : M.Ali Khumaini
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020