BNNP Sumut musnahkan 8 hektare ladang ganja di Mandailing Natal

BNNP Sumut musnahkan 8 hektare ladang ganja di Mandailing Natal

Petugas sedang melakukan pemusnahan ladang ganja di Mandailing Natal (ANTARA/HO)

Panyabungan (ANTARA) - BNN Provinsi Sumatera Utara bersama BNN Mandailing Natal, Kodim 0212 Tapanuli Selatan, dan Polres Mandailing Natal melaksanakan operasi gabungan pemusnahan ladang ganja di Perbukitan Tor Sihite Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal.

Kepala BNNP Sumut Brigjend Pol.Atrial di Panyabungan, Kamis, mengatakan, pemusnahan ladang ganja lebih kurang seluas delapan hektare tersebut dilakukan Selasa hingga Rabu (9-10/6), demi menekan peredaran gelap narkotika khususnya di Sumatera Utara.

Didampingi Kabid Pemberantasan BNN Sumut Kombes Pol Sempana Sitepu, lebih lanjut Atrial mengatakan pemusnahan ladang ganja tersebut merupakan tindak lanjut hasil penyelidikan sebelumnya oleh tim pemberantasan BNN Sumut dan BNN Mandailing Natal.

Baca juga: BNN Sumut musnahkan barang bukti 26 kilogram sabu

Dari hasil penyelidikan tersebut didapat 3 TKP ladang ganja yang kemudian dilakukan pemusnahan yakni di Gunung Tujuh Desa Banjar Lancat Kecamatan Penyabungan Timur seluas 4 hektare dengan 4 ribu batang.

Kemudian Tor Sihite Desa Banjar Lancat seluas kurang lebih 2 hektare dengan jumlah Pohon 2 ribu batang.

Serta di Desa Suroboyan Kecamatan Penyabungan Timur ada dua titik masing-masing seluas kurang lebih 1 hektare dengan jumlah pohon sekitar 2 ribu batang.

"Dari sejumlah TKP itu dimusnahkan 8 hektare ladang ganja dengan lebih kurang 8 ribu batang atau sekitar 8 ton daun ganja basah," ungkapnya.

Baca juga: BNN gagalkan penyeludupan 33 kg sabu asal Malaysia

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan dengan operasi pemusnahan ladang ganja tersebut, diharapkan peredaran gelap narkotika khususnya ganja dapat diminimalisasi khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal.

Juga diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika khususnya para penanam ganja sadar bahwa usaha tanam ganja merupakan tindakan ilegal dan mengalihkan jenis tanamannya ke tanaman holtikultura.

Sehingga predikat Kabupaten Mandailing Natal sebagai penghasil ganja nomor 2 di Indonesia dapat dihilangkan. "Secara keseluruhan pemusnahan ladang ganja tersebut berjalan dengan lancar," tuturnya.

Baca juga: Ladang ganja di Sumatera Utara diperkirakan umur delapan bulan

Baca juga: Ladang ganja di Mandailing Natal berpotensi hasilkan 60 ton ganja

Baca juga: Polisi temukan lima hektar ladang ganja di Sumatera
Pewarta : Juraidi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020