Lima tips manfaatkan media sosial untuk branding bisnis

Lima tips manfaatkan media sosial untuk branding bisnis

Ilustrasi - Penggunaan aplikasi media sosial di ponsel pintar. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) - Di tengah pandemi global dan situasi normal baru, penting bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan penggunaan media sosial, khususnya untuk kegiatan pemasaran guna menciptakan jaringan pelanggan setia.

"Media sosial telah mengukuhkan posisinya sebagai alat pemasaran yang kuat, tidak hanya untuk mendapatkan followers namun juga untuk menunjukkan karakter dan nilai perusahaan secara daring," kata Sarah Humaira, VP and Head of Marketing platform Zilingo, dalam keterangan resmi, Rabu.

Simak lima tips dari Putri Nindya, Social Media Strategist Zilingo, untuk mengetahui cara meningkatkan branding bisnis melalui media sosial.

Baca juga: Percaya diri dan modis tak cukup untuk sukses

Baca juga: Merek-merek Indonesia gondol World Branding Awards 2019 di Istana Kensington


Bangun rencana pemasaran berbasis konten berdasarkan pelanggan
Bagian terpenting dari proses branding melalui media sosial adalah mengetahui dan memahami target pasar lebih dari sebelumnya.

Mulailah dengan mendefinisikan pelanggan ideal berdasarkan usia pelanggan, lokasi, jenis kelamin, minat, kebutuhan, perilaku pembelian saat ini, serta tantangan atau hambatan yang ada.

Pantau juga diskusi yang terjadi di media sosial untuk mengetahui topik yang menarik minat konsumen, platform pilihan, dan bentuk konten yang mereka sukai.

Ketahui apa yang harus dibagikan di masing-masing platform
Aktif di semua platform media sosial terdengar menarik, namun setiap kanal menyajikan fitur dan karakter pengguna yang unik. Perhatikan profil pelanggan dan gaya komunikasi masing-masing platform media sosial sebelum menentukan pilihan.

Sebagai contoh, Facebook sangat cocok untuk berbagi konten yang terkait dengan berita atau video hiburan sedangkan Instagram berfungsi sangat baik untuk materi visual berkualitas baik (termasuk video) layaknya foto produk. Untuk bisnis konten seputar B2B, gunakan platform professional seperti LinkedIn.

Baca juga: Dirut TVRI akan nonaktifkan akun sosmed agar bisa fokus bekerja

Baca juga: Erick Thohir bantah bikin akun sosmed "Erick Thohir for President"


Konsisten
Setiap kanal media sosial memiliki ciri khas tersendiri, khususnya waktu puncak (peak time) yang berbeda-beda, yang dapat jadi acuan sebelum mengunggah konten.

Sesuaikan jadwal konten untuk setiap kanal media sosial dengan peak time yang ada sehingga kegiatan unggah tidak terasa berlebihan.

Gunakan alat manajemen media sosial seperti Echofon, Hootsuite, Keyhole, dan Tweetdeck untuk menyederhanakan pekerjaan dalam menyiapkan konten dan mengelola media sosial secara keseluruhan.

Perhatikan konten yang mendapat respons terbesar
Unggahan yang mendapatkan tanggapan baik dapat menunjukkan jenis konten yang pelanggan sukai. Perhatikan kualitas pesan yang ingin disampaikan berikut faktor lain seperti warna, jenis gambar, keterangan, jenis barang atau layanan yang ditawarkan.

Konsistensi yang jelas dalam kegiatan branding dan pengembangan konten juga tidak hanya membantu bisnis untuk menonjol di antara para pesaing, namun juga lebih mudah diakses oleh target pelanggan.

Bentuk grup atau komunitas
Metode ini digunakan untuk menggaet calon konsumen yang benar-benar tertarik dengan merek atau produk Anda. Dalam grup atau komunitas ini, Anda tidak lagi menampilkan produk, namun berbagi informasi atau cerita yang berkaitan dengan produk atau brand untuk mendapatkan tanggapan pelanggan. Hal ini dapat memberikan anggota komunitas rasa nyaman, membangkitkan loyalitas mereka terhadap brand.

Baca juga: Soal pembatasan media sosial, Ernest: waktunya bergaul dengan sesama

Baca juga: Pakai VPN gratis demi bisa akses sosmed? Ini risikonya

Baca juga: Sebelum posting di sosmed, Astrid Tiar terapkan 3D
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020