Balitbangtan siap optimalisasi budidaya padi lahan rawa

Balitbangtan siap optimalisasi budidaya padi lahan rawa

Salah satu areal budidaya padi lahan rawa yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. ANTARA/Balitbang Pertanian/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian siap mendukung optimalisasi budidaya padi lahan rawa sebagai salah satu upaya mengamankan ketersediaan pangan nasional.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam keterangan di Jakarta, Rabu mengatakan institusinya menyiapkan semua teknologi yang dibutuhkan untuk pengelolaan lahan rawa, mulai penataan lahan, pengelolaan air, pengolahan tanah, pupuk hayati hingga drone untuk menebar benih.

"Teknologi yang kami siapkan tentu saja dengan memperhatikan kearifan lokal dari masyarakat setempat," ujarnya.

Balitbangtan juga mengadakan seminar-seminar yang terbuka bagi umum, teruatama bagi masyarakat yang ingin mengetahui serta mempelajari pengelolaan lahan rawa seperti yang dilakukan oleh Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Banjarbaru.

Peneliti pada Balittra Dr. Khairil Anwar mengatakan beragamnya kondisi hidrologi dan karakteristik tanah di daerah rawa membutuhkan pengelolaan air yang disesuaikan dengan potensi dan masalah air di hamparan sawah yang dikelola.

"Pengelolaan air merupakan kunci keberhasilan dalam mengelola fisik rawa, sebab air selalu berkaitan dengan masalah kimia tanah, fisik tanah, dan komoditas yang tumbuh di atasnya," katanya pada webinar "Intensifikasi Pertanian Berkelanjutan pada Budidaya Padi Lahan Rawa" yang digelar Balittra.

Menurut dia, selama pengelolaan air tidak dibenahi, jangan berharap menghasilkan tanaman atau peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman yang maksimal.

Peneliti lain, Yanti Rina Darsani menyatakan informasi aspek sosial ekonomi petani sangat dibutuhkan dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan optimalisasi lahan rawa.

"Aspek sosial ekonomi tidak terlepas dan sangat dibutuhkan dalam optimalisasi lahan rawa. Tanpa aspek sosial ekonomi bagaimana mungkin teknologi yang kita hasilkan akan dapat diterapkan oleh petani," ujarnya.

Rina juga menekankan pentingnya penguatan Usaha Pelayanan Jasa Alat (UPJA) dan korporasi petani karena sumberdaya petani seperti luas pemilikan lahan dan tenaga kerja keluarga semakin berkurang.

"Lahan rawa memiliki potensi untuk pengembangan berbagai komoditas sehingga memiliki peluang untuk mendukung kemandirian pangan," katanya.

Baca juga: Balitbangtan targetkan tanam Inpari IR Nutri Zinc 10 ribu ha
Baca juga: Balitbangtan-ICD siap budidayakan Sorgum Bioguma di Sumsel dan Lampung
Pewarta : Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020