Perdokhi sebut kesehatan jamaah haji terancam COVID-19

Perdokhi sebut kesehatan jamaah haji terancam COVID-19

Ilustrasi - Seorang petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI memberikan pelayanan kepada salah seorang jamaah calon haji. ANTARA/HO-Kanwil Kemenkum HAM Sulbar/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia, Muhammad Ilyas mengingatkan setiap pihak bahwa apabila penyelenggaraan haji tahun 2020 ini dilaksanakan maka jamaah Indonesia akan mengalami kendala ancaman penularan COVID-19.

"Karena negara yang lebih awal terkena, kembali terkena kasus seperti di China. Virus ini mudah menular, belum ada pengobatan definitif, vaksin dan ketika seseorang menderita COVID-19 dapat memperburuk penyakit kronis yang ada," kata Ilyas dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Baca juga: Perdokhi ingatkan keselamatan calhaj lansia saat pandemi COVID-19

Dia memperkirakan prosesi berhaji juga akan ditambah dengan banyak penyaringan oleh petugas kesehatan seperti dilakukan karantina di Indonesia dan di Arab Saudi untuk menekan penularan virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

Selain itu, dia mengatakan jamaah haji tahun 2020 ini akan mengalami risiko tinggi tertular COVID-19 menilik berbagai ritual haji selalu melibatkan berkumpulnya massa seperti saat tawaf, sa'i, jumrah dan shalat berjamaah. Itu belum termasuk kegiatan sehari-hari yang membuat mereka harus berkerumun.

Baca juga: Arab Saudi belum ambil keputusan terkait haji

Ilyas mengatakan otoritas kesehatan Saudi juga akan lebih selektif saat menangani pasien rujukan di tengah ancaman COVID-19. Bahkan beberapa pasien dapat mengalami penolakan RS Saudi.

Sementara itu, dia mengatakan saat jamaah kembali ke Tanah Air, mereka dapat menjadi pembawa virus meski sehat atau menjadi orang tanpa gejala (OTG) setelah kurang dari 40 hari beraktivitas di Tanah Suci, baik beribadah, berwisata, berbelanja dan lainnya.

Baca juga: Keputusan soal haji diundur sampai 1 Juni 2020

Menurut dia, pelaksanaan ibadah haji tidak dapat dipisahkan dari unsur kesehatan jamaah. Maka dari itu, mereka agar mengenal kesehatan pribadinya dan faktor penyakit yang berpotensi dirasakan.

Dengan begitu, lanjut dia, mereka dapat beribadah secara optimal dan aman. Tidak ketinggalan, jika jamaah haji berangkat ke Tanah Suci maka harus terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.

Baca juga: 4.602 calon haji Riau sudah lunasi BPIH 2020
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020