Egy Maulana Vikri cerita atmonsfer sepak bola Indonesia lebih ngeri

Egy Maulana Vikri cerita atmonsfer sepak bola Indonesia lebih ngeri

Dok - Pemain Timnas U-22 Indonesia Egy Maulana Vikri (kiri) mengejar bola dibayangi pemain Timnas Singapura Muhammad Syahrul Bin Sazali dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Kamis (28/11/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pemain Lechia Gdansk asal Indonesia Egy Maulana Vikri bercerita soal atmonsfer sepak bola di Indonesia yang lebih mengerikan dibanding di Polandia, tempat kini dia meniti karier.

"Kalau dibandingkan dengan Indonesia, lebih ngeri di Indonesia, orang-orang lebih gila bola. Menurut saya Indonesia atmonsfernya lebih tinggi," ujar Egy saat melakukan telewicara bersama Menpora Zainudin Amali di Instagram, Minggu.

Ia membandingkan orang-orang di Indonesia sangat gila bola dan para pendukung rela menjual apapun demi datang ke stadion memberikan semangat untuk klub kesayangannya.

Baca juga: Egy Maulana Vikri hampir ditangkap polisi saat jalani latihan

Sementara di Polandia, meski mereka juga sangat menggemari sepak bola akan tetapi ada olahraga lain yang lebih populer. Dia menyebut salah satu olahraga itu yakni ski.

"Di Polandia lebih ke ski, tapi atmonsfer tetap tinggi, setiap pertandingan banyak penonton apalagi derbi," kata dia.

Baca juga: Egy Maulana lelang jersey saat masuk line up tim utama Lechia Gdansk

Egy sendiri kini tinggal menyisakan satu dari tiga tahun kontraknya bersama Lechia Gdansk. Ia kesulitan untuk masuk skuat utama. Berdasarkan catatan Soccerway, ia baru tampil di tiga laga dan membukukan 56 menit.

Dari sisa kontraknya, ia mengatakan akan terus berjuang untuk bisa mendapatkan menit bermain. Apalagi di Eropa antar pemain saling bersaing untuk mendapatkan tempat di tim utama bahkan di 18 orang susunan pemain.

"Untuk masuk 18 pemain itu sangat susah. Jadi saya akan terus berusaha agar bisa mendapatkan kesempatan bermain," katanya.

Baca juga: Egy Maulana Vikri raih penghargaan di Polandia
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020