Libatkan 200 penjahit, Perempuan Tangguh kampanye penggunaan masker

Libatkan 200 penjahit, Perempuan Tangguh kampanye penggunaan masker

Patung penjual nasi pecel mengenakan masker di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (10/04/2020). Pemkot Madiun akan memasang masker pada semua patung yang ada di wilayah itu sebagai salah satu bentuk kampanye penggunaan masker bagi masyarakat guna mencegah penularan COVID-19. ANTARA/Siswowidodo.

Jakarta (ANTARA) - Komunitas Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) menyelenggarakan peluncuran ulang kampanye penggunaan masker dengan melibatkan 200 penjahit perempuan dalam rangka memperingati Hari Buruh.

Koordinator Kampanye Masker PTI Lisa Zen Purba mengatakan program ini tidak hanya menganjurkan pemakaian masker kepada masyarakat, tetapi juga turut menopang perekonomian rakyat dengan memfasilitasi UKM di berbagai kota untuk memproduksi masker secara masif.

"Masker yang diproduksi akan dipasarkan dengan konsep solidaritas sosial, artinya masyarakat yang mampu akan membeli masker dan dengan pembeliannya itu mereka juga mendonasikan satu masker lain untuk dibagikan PTI kepada masyarakat yang kurang mampu," kata Lisa dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kementerian Ketenagakerjaan, pandemi COVID-19 ini setidaknya telah membuat 2,8 juta orang kehilangan pekerjaannya.

Krisis PHK tertinggi terjadi pada industri padat karya seperti pariwisata dan industri manufaktur lainnya terutama industri pakaian jadi (garmen).

"Riset menunjukkan lebih dari 75 persen pekerja garmen adalah perempuan yang dirumahkan atau di-PHK tanpa kompensasi yang cukup, sehingga jutaan pekerja yang kehilangan pekerjaan ini terancam rawan pangan," kata Lisa.

Sejauh ini, PTI telah bekerja sama dengan setidaknya 26 konveksi rumahan yang melibatkan setidaknya 200 perempuan penjahit di Jakarta, Bandung Raya, Bogor, Tasikmalaya dan Garut.

Koordinator Umum PTI, Myra Winarko menjelaskan Jawa Barat menjadi pilihan utama karena selain provinsi tersebut memiliki populasi dan jumlah tenaga kerja terbesar, tingkat pengangguran yang sangat tinggi, juga merupakan salah satu pusat industri garmen terbesar di Indonesia.

"Dalam waktu dekat, kami juga akan memulai program kampanye untuk mendesak pemilik brand atau buyer internasional terutama produk garmen seperti H&M, Zara, GAP, dan lainnya agar tidak serta merta mencabut dan membatalkan seluruh order terhadap pabrik-pabrik subkontrak mereka di Indonesia," kata Myra.

PTI juga berencana untuk terus memperbesar produksi masker dengan melibatkan semakin banyak UKM, dengan memperluas pemasaran dan gerakan solidaritas sosial melalui Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri (diaspora).

"Kami telah membangun jaringan dengan diaspora Indonesia di Amerika Serikat untuk kegunaan ini. Kita berharap, gerakan Perempuan Tangguh Indonesia tidak berhenti sebagai pendistribusi bantuan sembako, alat kesehatan untuk rumah sakit, dan warung nasi saja, tetapi juga melakukannya dalam konteks membangun ketahanan ekonomi masyarakat," kata Koordinator Program PTI Dede Radinal.

Berbagai tokoh publik telah berpartisipasi dalam gerakan kampanye pemakaian masker yang telah dimulai sejak bulan Maret lalu. Para tokoh tersebut, antara lain Yenny Wahid, Chelsea Islan, Tompi, Hikmahanto Juwana, Kompol Vivick Tjakung, Yanti Airlangga, Ivanka Slank, Once Mekel, Susi Susanti, Alan Budikusuma, Ivana Lie, Liliana Tanoesoedibjo, Jacklyn Choppers, Iis Sugianto, Prof.Dr.dr. Sarma Lumbanraja SP Og, AKBP Buddy Towoliu, Bens Leo, Rudy Choirudin, hingga Lilo KLA Project.

Baca juga: 65 industri kecil dan menengah Jakbar dikerahkan produksi masker kain
Baca juga: Perempuan desa gambut Kalbar produksi 10 ribu masker kain
Baca juga: Kekurangan masker medis, perusahaan ini siap produksi 4 juta per bulan
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020