Polisi periksa sejumlah CCTV untuk lacak perampokan di Depok

Polisi periksa sejumlah CCTV untuk lacak perampokan di Depok

Tangkap layar rekaman kamera CCTV perampokan dengan modus pecah kaca yang berupaya merampok seorang pengusaha wanita berinisial IR (49) di Jalan Raya Muchtar, Bojongsari, Kota Depok, pada Selasa pagi. ANTARA/Polda Metro Jaya

Jakarta (ANTARA) - Penyidik Polres Metro Depok dan Polsek Sawangan memeriksa sejumlah kamera CCTV untuk memburu empat bandit pemecah kaca mobil yang beraksi di Depok, Jawa Barat, pada Selasa (5/5) pagi.

"Tindakan yang dilakukan salah satunya menyusuri CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu.

Selain itu, Kepolisian juga mengumpulkan keterangan para saksi yang terkait insiden perampokan itu. Saksi yang diperiksa berasal dari banyak pihak mulai dari warga sekitar di TKP hingga korban.

"Kita juga sedang mengumpulkan keterangan saksi dan juga mengumpulkan barang bukti," kata Yusri.

Empat bandit tersebut beraksi di tengah keramaian dan aksinya sempat terekam kamera. Rekaman kejadian tersebut kemudian tersebar dan viral di media sosial.

Baca juga: Polisi memburu empat perampok modus pecah kaca di Depok Jabar

Seorang pengusaha wanita berinisial IR (49) menjadi korban perampokan oleh empat orang yang tidak dikenal di Jalan Raya Muchtar, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa pagi.

Perampokan yang viral di media sosial itu, berawal ketika korban baru mengambil uang sejumlah Rp80 juta di salah satu bank di Bojongsari.

Kemudian di Jalan Raya Muhtar RT 02/04, Bojong Sari, Kota Depok, di seberang McDonald Bojong Sari, sekitar pukul 10.30 WIB, mobil korban dipepet oleh empat laki-laki tidak dikenal.

Pelaku memecahkan kaca belakang kanan mobil korban, selanjutnya menodongkan senjata tajam jenis badik. Kemudian merampas tas korban yang berisi uang sejumlah Rp80 juta.

Meski pelaku mengacungkan senjata tajam dan berhasil membawa uang korban, sopir korban tetap nekat dan mengejar pelaku. Warga setempat yang melihat kejadian itu, akhirnya ikut mengejar dan mengeroyok pelaku.

Akibat perlawanan sopir korban dan warga, pelaku terjatuh sehingga uang korban di dalam tas berserakan di jalan. Pelaku akhirnya kabur tanpa membawa uang korban.

Setelah dihitung di Polsek, jumlah uang korban tersisa Rp77.200.000 dan yang hilang sebanyak Rp 2.800.000.
Baca juga: Polisi apresiasi warga Sukabumi gagalkan perampokan Rp1,195 miliar
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020