48 kelurahan di Surabaya nol kasus positif COVID-19

48 kelurahan di Surabaya nol kasus positif COVID-19

Peta sebaran COVID-19 di Kota Surabaya melalui laman lawancovid-19.surabaya.go.id pada 29 April 2020 (ANTARA/HO-lawancovid-19)

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 48 kelurahan dari 154 kelurahan di Kota Surabaya, Jawa Timur, hingga saat ini masih nol kejadian atau belum ada warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona atau COVID-19.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Eddy Christijanto di Surabaya, Kamis, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kesehatan orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kami dari tim Linmas melalui Kasatgas juga mendekati orang-orang yang terkonfirmasi positif namun rawat jalan, kita komunikasi supaya bisa mereka masuk isolasi atau rawat inap," katanya.

Berdasarkan peta sebaran COVID-19 di Kota Surabaya melalui laman lawancovid-19.surabaya.go.id pada 29 April 2020, disebutkan ada 48 kelurahan dari 154 kelurahan atau 31 persen kelurahan di Kota Surabaya yang dinyatakan nol kejadian positif COVID-19.

Adapun 54 kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Genting Kalianak (Kecamatan Asem Rowo), Tambak Sarioso (Kecamatan Asem Rowo), Romokalisari (Kecamatan Benowo), Tambak Oso Wilangun (Kecamatan Benowo), Alun-Alun Contong (Kecamatan Bubutan), Kedung Cowek (Kecamatan Bulak), Sukolilo Baru (Kecamatan Bulak), Dukuh Menanggal (Kecamatan Gayungan), Menanggal (Kecamatan Gayungan), Airlangga (Kecamatan Gubeng), Gubeng (Kecamatan Gubeng), Gunung Anyar Tambak (Kecamatan Gunung Anyar).

Baca juga: Pengamat Unair: Perlu tim pendamping warga lawan COVID-19

Pagesangan (Kecamatan Jambangan), Karang Pilang (Kecamatan Karang Pilang), Waru Gunung (Kecamatan Karang Pilang), Bulak Banteng (Kecamatan Kenjeran), Krembangan Selatan (Kecamatan Krembangan), Jeruk (Kecamatan Lakarsantri), Lakarsantri (Kecamatan Lakarsantri), Sumurwelut (Kecamatan Lakarsantri), Kalijudan (Kecamatan Mulyorejo), Nyamplungan (Kecamatan Pabean Cantikan), Babat Jerawat (Kecamatan Pakal), Benowo (Kecamatan Pakal), Sumberejo (Kecamatan Pakal), Rungkut Kidul (Kecamatan Rungkut), Made (Kecamatan Sambikerep), Kupang Krajan (Kecamatan Sawahan), Putat Jaya (Kecamatan Sawahan), Ujung (Kecamatan Semampir), Sidodadi (Kecamatan Simokerto).

Klampis Ngasem (Kecamatan Sukolilo), Putat Gede (Kecamatan Sukomanunggal), Simomulyo Baru (Kecamatan Sukomanunggal), Sinokwijenan (Kecamatan Sukomanunggal), Dukuh Setro (Kecamatan Tambaksari), Gading (Kecamatan Tambaksari), Ploso (Kecamatan Tambaksari), Balongsari (Kecamatan Tandes), Manukan Wetan (Kecamatan Tandes), Tandes (Kecamatan Tandes), Tegalsari (Kecamatan Tegalsari), Panjang Jiwo (Kecamatan Tenggilis Mejoyo), Balas Klumprik (Kecamatan Wiyung), Margorejo (Kecamatan Wonocolo), Sidosermo (Kecamatan Wonocolo), Jagir (Kecamatan Wonokromo) dan Ngagel (Kecamatan Wonokromo).

Sedangkan angka kumulatif warga yang terpapar COVID-19 di Kota Surabaya per 29 April 2020 yakni berstatus ODP sebanyak 2.434, PDP 1.122 dan positif 394.

Menurut Eddy, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya melalui jajaran di puskesmas rutin melakukan pemantauan dan memberikan makanan kepada mereka yang berstatus ODP dan PDP.

Baca juga: Petugas temukan ODP COVID-19 di titik pemeriksaan masuk Surabaya

Namun, Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya ini menegaskan komunikasi yang dilakukan jajarannya dengan orang-orang terkonfirmasi positif COVID-19 ini dilakukan melalui sambungan telepon. Jika harus berhadapan langsung, jaraknya juga dibatasi 2 meter dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Ada yang sudah sembuh dibuktikan dengan hasil negatif, ada yang isolasi mandiri ke tempat khusus, dia punya rumah atau tempat khusus dan tidak keluar, makanan disupplai oleh keluarganya. Jadi mereka secara mandiri sudah mulai sadar untuk bisa membentengi dirinya dan keluarganya dari COVID-19," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengimbau warga Kota Pahlawan agar mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah sebagai upaya memotong mata rantai penyebaran COVID-19.

"Saya juga bantu sosialisasi dengan membuat info grafis agar masyarakat Surabaya mengetahui apa harus dilakukan saat pandemi COVID-19, khususnya selama diberlakukannya PSBB (pembatasan sosial berskala besar)," katanya.

Baca juga: Lalu lintas di 17 akses keluar masuk Kota Surabaya lancar
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020