Lukaku minta maaf kepada Inter Milan soal komentar terkait COVID-19

Lukaku minta maaf kepada Inter Milan soal komentar terkait COVID-19

Penyerang Inter Milan asal Belgia Romelu Lukaku. (ANTARA/REUTERS/Daniele Mascolo)

Jakarta (ANTARA) - Romelu Lukaku telah meminta maaf kepada Inter Milan atas komentar yang dibuatnya dalam sebuah wawancara, dimana ia mengklaim 23 dari 25 pemain Inter telah mengalami gejala virus corona pada Januari.

Tidak ada dari anggota skuat Inter yang mengonfirmasi bahwa mereka terjangkit COVID-19, tetapi dalam sebuah wawancara langsung dengan saluran televisi Belgia VIER, Lukaku mengklaim bahwa para pemain kembali dari libur mereka pada Desember dengan gejala corona.

Menurut laporan Skysports pada Kamis (23/4), Lukaku telah meminta maaf soal komentarnya itu dan telah mendapatkan hukuman oleh klub Serie A tersebut.

Baca juga: Lukaku ungkap pada Januari 23 dari 25 pemain Inter sakit

"Kami mendapat libur sepekan di bulan Desember, kami kembali bekerja dan saya bersumpah bahwa 23 dari 25 pemain telah sakit. Saya tidak bercanda," ujar Lukaku dalam wawancara tersebut.

"Kami bermain melawan tim Radja Nainggolan (26 Januari) yaitu Cagliari dan setelah sekitar 25 menit, salah satu bek kami harus meninggalkan lapangan. Ia tidak bisa melanjutkan pertandingan dan hampir pingsan," tambah pemain berusia 26 tahun itu.

Meski namanya tidak disebutkan oleh Lukaku, Milan Skriniar adalah pemain yang diganti setelah bermain selama 17 menit dalam laga itu, yang berakhir imbang 1-1.

Baca juga: Godin kritik cara Liga Italia respon COVID-19

"Semua orang batuk dan demam. Ketika saya melakukan pemanasan, saya merasa jauh lebih panas dari biasanya. Saya sudah tidak menderita demam selama bertahun-tahun."

"Setelah pertandingan, ada makan malam yang direncanakan dengan para tamu, tetapi saya izin untuk tidak ikut kepada mereka dan langsung tidur. Kami tidak pernah melakukan tes COVID-19 pada saat itu, jadi kita tidak akan pernah tahu pasti," ungkap mantan pemain Manchester United itu.

Italia sendiri adalah salah satu negara yang terkena dampak paling parah dari virus corona, dengan kasus resmi pertama negara itu dilaporkan pada 31 Januari.

Baca juga: Ingin ringankan beban klub, skuat Roma rela tidak digaji empat bulan
Baca juga: Mancini yakin sepak bola bisa bantu Italia di masa pemulihan
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020