Perempuan piawai tebar pesan positif di tengah pandemi COVID-19

Perempuan piawai tebar pesan positif di tengah pandemi COVID-19

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh dr. Nuril Annissa Niswanto dalam sebuah acara di Aceh, Selasa (21/4/2020). ANTARA/ Dokumen

Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Aceh dr. Nuril Annissa Niswanto mengatakan perempuan bisa memanfaatkan kepiawaian bersosialisasi mereka untuk menyampaikan pesan-pesan positif, terutama di tengah pandemi COVID-19.

"Tidak bisa dipungkiri perempuan cenderung lebih pintar mengajak orang lain. Maka kenapa kita tidak menggunakan potensi itu untuk meyakinkan orang lain untuk menyampaikan pesan-pesan positif di tengah pandemi COVID-19," katanya melalui sambungan telepon kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Sambil di rumah saja, bagi mereka yang tidak terpaksa harus bekerja di luar, kata dia, perempuan bisa menenangkan orang lain melalui pesan-pesannya di media sosial atau media lain sehingga masyarakat mau mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat dan memakai masker jika harus keluar rumah.
Baca juga: Menteri PPPA: Jadilah perempuan yang cerdas dan kritis

"Stay at home saja itu sudah berprestasi, apalagi jika diam di rumah sambil menebarkan pesan-pesan positif. Karena semakin banyak orang di jalan, semakin pingpong transmisi itu terjadi karena ramainya orang di jalan, maka kasus ini tidak akan pernah menemui puncaknya dan tidak akan turun," ujar dia.

Dengan pemahaman yang dimiliki, perempuan dapat secara sederhana mengingatkan orang lain tentang pentingnya menjaga jarak, memakai masker dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui media apapun dan di manapun mereka berada.

Perempuan dalam perannya sebagai ibu di rumah juga, kata dia, bisa memberikan kontribusi dalam mengelola stok makanan selama di rumah dan menciptakan suasana perasaan yang nyaman di dalam keluarga sehingga penghuninya betah di rumah.
Baca juga: Firli: Peran perempuan sangat penting bentuk karakter anak yang jujur

Kemudian ketika mereka harus bekerja di luar, perempuan juga bisa tetap memberikan kontribusinya dengan tetap menjalankan tugas sesuai fungsinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang diperlukan untuk membatasi penularan.

Untuk itu, peran serta perempuan, apapun profesinya, baik sebagai ibu rumah tangga ketika di dalam rumah ataupun sebagai profesional ketika terpaksa bekerja di luar, semuanya bisa memberikan kontribusi besar dalam penanganan wabah COVID-19 jika mereka memahami protokol kesehatan yang diperlukan untuk membatasi penularan.

"Jadi skill apapun yang kita punya, ayo kita ajak masyarakat untuk menjadi kooperatif, di samping kita juga mendukung para tenaga medis dan orang-orang yang berada di garda terdepan lainnya," katanya.
Baca juga: Psikolog: Jauh sebelum wabah COVID-19, perempuan sudah jadi relawan
Baca juga: Komnas Perempuan: Pekerja perempuan alami beban berlapis saat pandemi
Pewarta : Katriana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020