Kemarin, Erick berhentikan Refly Harun hingga penumpang KRL kian turun

Kemarin, Erick berhentikan Refly Harun hingga penumpang KRL kian turun

Menteri BUMN Erick Thohir saat menyampaikan sambutan dalam peringatan HUT Ke-22 Kementerian BUMN secara virtual. ANTARA/Dokumentasi Kementerian BUMN/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Senin (19/4/2020), mulai Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Refly Harun dari jabatan Komisaris PT Pelindo I (Persero) hingga penumpang kereta rel listrik (KRL) kian menurun saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan sekitarnya.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:


1. Erick berhentikan Refly Harun dari posisi Komisaris Utama Pelindo I

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Achmad Djamaludin sebagai Komisaris Utama PT Pelindo I (Persero) yang baru menggantikan Refly Harun.

Selain itu Kementerian BUMN juga melakukan pergantian terhadap sejumlah anggota dewan komisaris Pelindo I lainnya.

"Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I Nomor. SK-123/MBU/04/2020 tanggal 20 April dengan ini kami menginformasikan Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)," sebut keterangan resmi Pelindo I yang diterima di Jakarta, Senin.

Baca selengkapnya di sini


2. Mentan dorong petani manfaatkan KUR agar terhindar dari tengkulak

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong agar petani, khususnya petani jagung dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar terhindari dari sistem ijon yang merugikan.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Jeneponto, salah satu sentra produksi jagung dan padi di Sulawesi Selatan, Senin, Mentan mengatakan dengan memanfaatkan KUR, petani dapat terhindar dari tengkulak, serta praktik ijon atau pembayaran di awal berupa panjer namun dengan harga jual yang rendah.

Baca selengkapnya di sini
 

3. Permudah distribusi bahan pokok, Kemendag gandeng GO-JEK

Kementerian Perdagangan menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan transportasi daring GO-JEK untuk menjamin distribusi dan transportasi ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting bagi masyarakat antara lain komoditas daging sapi.

“Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan skema perjanjian kerja sama business to business (b to b) antara GO-JEK dengan Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) ini diharapkan dapat membantu mempercepat alur transportasi dan distribusi,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto lewat keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca selengkapnya di sini

 

4. Rupiah menguat seiring dipertahankannya peringkat utang oleh S&P

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore menguat seiring dipertahankannya peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat global Standard and Poor's (S&P).

Rupiah ditutup menguat 52 poin atau 0,34 persen menjadi Rp15.413 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.465 per dolar AS.

Baca selengkapnya di sini
 

5. Pembatasan operasi KRL lancar, jumlah penumpang kian menurun

Implementasi pengendalian transportasi melalui pembatasan pengoperasian KRL Jabodetabek di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin (20/4) berjalan lancar dan jumlah penumpang pun menunjukkan grafik yang kian menurun.

Walaupun sempat terjadi penumpukan di stasiun tertentu namun masih bisa dikendalikan dan dapat segera terurai dalam waktu yang cepat, tidak seperti hari Senin pekan lalu (13/4), berkat kerja sama yang baik antara PT KCI sebagai operator KRL, pemerintah daerah dan aparat TNI Polri yang turut membantu pengawasan di lapangan.

“Berdasarkan pantauan kami hari ini, implementasi pengendalian transportasi KRL Jabodetabek berjalan lancar," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca selengkapnya di sini

Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020