Perusahaan konstruksi nasional angkat alat berat di proyek gas JTB

Perusahaan konstruksi nasional angkat alat berat di proyek gas JTB

Perusahaan konstruksi nasional yang tergabung dalam Konsorsium JGC Corp dan JIND (RJJ) itu mampu menopang suksesnya pelaksanaan pengangkatan heavy Equipment Selexol Regenerator pertama yang merupakan salah satu critical equipment di Proyek Gas Processing Facility Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (GPF JTB). ANTARA/HO-Rekind.

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan konstruksi nasional yang tergabung dalam Konsorsium Rekind, JGC dan JGC Indonesia (RJJ) berhasil melaksanakan pengangkatan alat berat Selexol Regenerator pertama yang merupakan salah satu critical equipment di Proyek Gas Processing Facility Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (GPF JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur.

"Keberhasilan ini menunjukkan betapa kuat dan solidnya sinergitas yang ditunjukkan antara Konsorsium RJJ, PT Pertamina EP Cepu (PEPC), dan Sub Kontraktor. Saya berharap kekompakan ini terus terjaga, sehingga konsistensi untuk bisa menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu yang ditetapkan dapat terwujud dengan baik," kata Direktur Utama PT Rekayasa Industri (Rekind) Yanuar Budinorman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

(Rekind) merupakan perusahaan EPCC (Engineering, Procurement, Construction, Commisioning) nasional yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Membangun kekompakan dan soliditas tim, kata Yanuar, sangat dibutuhkan bagi kelancaraan proses kerja, terlebih lagi dalam pengerjaan proyek-proyek strategis nasional seperti Proyek GPF Jambaran Tiung Biru ini.

Baca juga: Fabrikasi proyek migas Jambaran-Tiung Biru pindah ke dalam negeri

"Dukungan saya pada proyek ini ingin mendorong semangat teman-teman di proyek agar selalu tercipta kekompakan dan soliditas tadi," tambah Yanuar Budinorman.

Project Manager Konsorsium RJJ Budi Prianto menyampaikan proses assembly critical equipment ini dilakukan di site dengan kerja 24 jam selama dua bulan demi kesuksesan pengangkatan hari ini.

“Kami selaku konsorsium berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran salah satu Proyek Strategis Nasional ini dengan mengupayakan seluruh sumber daya yang terlibat dengan bekerja 24 jam tentunya dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan, dan lingkungan," imbuhnya.

Baca juga: Pertamina yakin proyek Jambaran Tiung Biru selesai sebelum target

Sementara itu  Senior Project Manager PEPC Iwan Hamzah mengatakan pencapaian ini adalah berkat kerja sama tim yang baik antara PEPC, konsorsium dan subkontraktor.

"Kami mengapresiasi sebesar-besarnya kepada tim, agar pencapaian yang krusial ini menjadi penyemangat untuk pekerjaan-pekerjaan yang lainnya dan peristiwa penting berikutnya diharapkan dapat dilakukan lancar dan aman di tengah-tengah suasana pandemi COVIDd-19," katanya.

Baca juga: PEPC sampaikan progres 56,42 persen kinerja pengeboran JTB

 
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020