Longsor terjang rumah warga di Tulungagung

Longsor terjang rumah warga di Tulungagung

Dokumentasi - Petugas memeriksa kondisi jalan yang amblas terseret longsor di Dusun Tumpakweru, Tulungagung, Jawa Timur. ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko/pri.

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Sebuah rumah dilaporkan rusak dan akses jalan di Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Jawa Timur, terancam putus akibat terjangan longsor yang terjadi di pemukiman anak Gunung Wilis tersebut.

Kabag Humas Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro, Sabtu, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Longsor terjadi di daerah pedalaman anak Gunung Wilis yang terdapat hunian penduduk, yakni di Dusun Banaran, Desa Picisan, Kecamatan Sendang.

"Longsor terjadi sekitar dua jam setelah daerah tersebut dan sebagian besar wilayah Tulungagung diguyur hujan lebat (deras)," kata Galih membenarkan.

Baca juga: BPBD Tulungagung peringatkan potensi longsor lima kecamatan

Baca juga: Rumah rusak akibat longsor Tulungagung bertambah

Baca juga: Tujuh rumah di Tulungagung terseret longsor


Saat ini warga telah bergotong-royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah warga tersebut .

Dibantu aparat kepolisian dan TNI serta unsur BPBD, mereka melakukan upaya normalisasi termasuk pembenahan akses jalan desa yang terancam putus akibat dinding penahan tanah (plengseng) ambrol menimpa hunian penduduk itu.

Longsor kecil juga terpantau di beberapa titik lokasi lain di wilayah Kecamatan Sendang dan Pagerwojo, namun tidak berdampak ke hunian atau pemukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Suroto mengimbau warga untuk waspada, mengantisipasi kemungkinan hujan deras yang masih akan terjadi hingga sepekan ke depan.

Area pemukiman di daerah pegunungan/perbukitan yang teridentifikasi ada titik retakan atau rekahan tanah supaya berjaga, bila perlu mengungsi dulu saat turun hujan deras.

Sementara untuk daerah dataran yang selama ini menjadi langganan banjir juga untuk melakukan kesiagaan dini demi meminimalkan dampak yang ditimbulkan.*
 
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020