BMKG gelar SLI untuk mudahkan penyebaran informasi kualitas udara

BMKG gelar SLI untuk mudahkan penyebaran informasi kualitas udara

Suasana pembukaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) kualitas udara yang digelar BMKG di Bukittinggi pada Selasa(3/3) hingga Kamis(5/3) (ANTARA/ Ira Febrianti)

Bukittinggi (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar sekolah lapang iklim (SLI) kualitas udara untuk memudahkan penyebaran informasi mengenai kualitas udara pada masyarakat.

Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Nasrullah usai membuka kegiatan tersebut di Bukittinggi, Sumbar, Selasa, mengatakan SLI mengenai kualitas udara merupakan yang pertama kalinya digelar oleh BMKG.

BMKG sejak 2011 sudah menyelenggarakan SLI geofisika, pertanian dan nelayan dengan jumlah alumni hampir 11 ribu orang.

Baca juga: Gubernur Kalbar: Data kualitas udara Pontianak buruk "tak masuk akal"

Kegiatan tersebut, terangnya untuk membantu memudahkan penyebarluasan informasi yang dihasilkan oleh lembaga tersebut.

"Kami lebih banyak menggunakan bahasa yang mungkin sulit dicerna. Di sekolah ini kami memberikan pemahaman mengenai informasi yang kami rilis sehingga peserta diharapkan membantu menyebarkan dalam bahasa yang lebih sederhana," jelasnya.

Di kualitas udara, ujarnya ada informasi mengenai partikulat, gas rumah kaca, konsentrasi CO2 dan lainnya yang mungkin membutuhkan penjelasan lebih agar gampang dipahami.

"Jika masyarakat memahaminya, kami berharap dapat meningkatkan kepedulian terhadap kualitas udara sehingga mau lebih banyak melakukan aktivitas ramah lingkungan," katanya.

Baca juga: Edi Rusdi Kamtono bantah kualitas udara di Pontianak buruk

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang Wan Dayantolis menambahkan SLI kualitas udara diberikan untuk 25 peserta dari 15 kabupaten dan kota di Sumbar.

Di kegiatan yang pertama tersebut, diberikan untuk pegawai dari Dinas Lingkungan Hidup, bidang kebencanaan, guru geografi dan akademisi.

Beberapa informasi yang akan disampaikan di kegiatan yang digelar hingga Kamis(5/3) tersebut yaitu dasar cuaca dan iklim, perubahan iklim, pemanasan global, kualitas udara dan lainnya.

Informasi yang disampaikan juga diharapkan dapat memudahkan pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan mengenai antisipasi dan penanganan berkaitan dengan kualitas udara.

Baca juga: BMKG prediksikan musim kemarau 2020 normal
Baca juga: Jumlah titik panas indikasi karhutla di Riau melonjak jadi 78
Baca juga: BMKG prediksi cuaca ekstrem hingga 7 Maret 2020
Baca juga: BMKG: Siklon tropis Ferdinand tak akan dekati Indonesia
Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020