Geolog: Gas biogenik diduga penyebab munculnya api di pegunungan TTS

Geolog: Gas biogenik diduga penyebab munculnya api di pegunungan TTS

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr Herry Zadrak Kotta. ANTARA/Benny Jahang

Kupang (ANTARA) - Ahli geologi Dr Herry Zadrak Kotta mengatakan Pulau Timor tidak memiliki sejarah adanya gunung berapi sehingga munculnya api dan asap dari dalam bumi di Desa Sebot, Kabupaten Timor Tengah Selatan diduga sebagai gas biogenik.

"Berdasarkan data yang kami miliki bahwa di Pulau Timor ini tidak pernah ada gunung berapi, sehingga fenomena munculnya api, asap dan bau belerang di Desa Sebot diduga adalah gas biogenik," kata Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Herry Zadrak Kotta ketika dihubungi ANTARA di Kupang, Sabtu. 

Herry mengatakan, untuk menyatakan sebagai gunung berapi maka perlu dilakukan pengukuran terhadap suhu air di sekitar tempat munculnya api di Desa Sebot, Kecamatan Molo Utara itu.

Baca juga: Calon gunung berapi muncul di Kabupaten Timor Tengah Selatan
Baca juga: Api dari semburan gas sumur minyak Aceh Timur sudah padam

Baca juga: Geolog: sumur migas picu semburan api-lumpur Ngawi
 
Kendati demikian menurut Herry, pihaknya akan segera ke lokasi munculnya api dan asap di Desa Sebot itu guna mengetahui secara pasti apakah memiliki potensi munculnya gunung berapi atau hanya sebagai gas biogenik.

Menurut dia, apabila akibat gas biogenik maka tentu memiliki nilai ekonomis karena akan menjadi sumber gas bagi daerah itu.

"Apabila akibat gas biogenik akan sangat bermanfaat untuk energi migas," tegasnya.

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Malaka beberapa waktu lalu berupa munculnya pijaran api namun setelah dilakukan penelitian ternyata hanya berupa gas biogenik. 

Baca juga: LIPI akan tinjau lokasi semburan air panas dampak gempa di Desa Oma
Baca juga: Muncul Semburan Api di Lokasi Gempa Mamuju
Baca juga: Api Muncul dari Tanah Diteliti
Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 1970