Anggota DPD RI tanamkan Empat Pilar pada siswa SMA Taruna Mandara

Anggota DPD RI tanamkan Empat Pilar pada siswa SMA Taruna Mandara

Anggota DPD RI Dapil Bali Made Mangku Pastika berfoto bersama para narasumber dan siswa SMA Taruna Mandara usai acara Sosialisai Empat Pilar Kebangsaan (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Buleleng (ANTARA) - Anggota DPD RI Dapil Bali Made Mangku Pastika menanamkan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan kepada para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di SMA Taruna Mandara, di Kabupaten Buleleng.

"Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sejak awal sudah disepakati oleh para founding father kita, para pendiri bangsa ini. Empat pilar yang kokoh, yang menunjang NKRI yang kita cintai ini," kata Pastika dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Bangsa bertajuk Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Zaman Now, di Kabupaten Buleleng, Minggu.

Menurut mantan Gubernur Bali dua periode itu, sangat penting pemahaman Empat Pilar Kebangsaan pada para siswa yang merupakan generasi milenial.

"Mereka ini harapan bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan pada masa yang akan datang. Bekal ini diberikan agar mereka memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme sehingga semakin cinta pada tanah air," ucapnya kepada para siswa yang sebagian besar tidak perlu membayar uang sekolah itu.

Pastika mencontohkan nilai-nilai Pancasila, dapat dijadikan pedoman hidup generasi muda dalam merawat kebersamaan yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, adat dan isi adat.

"Indonesia begitu luas terbentang dari Sabang sampai Merauke terpisah oleh laut. Namun kadang menimbulkan konflik, apabila penanaman Pancasila tidak dilakukan dengan baik," ujarnya yang juga pendiri SMA Taruna Mandara itu.

Untuk itu, pendidikan bela negara wajib diberikan sejak dini, untuk melatih pemikiran lebih kritis dan cerdas. "Pendidikan yang diberikan tidak hanya belajar dari fakta tetapi memicu melatih otak berpikir dan bangkitkan alam bawah sadar," katanya.

Sementara itu, I Ketut Ngastawa, selaku ketua panitia acara menambahkan, aktualisasi Pancasila dinilai mampu diterapkan pada sekolah tersebut yang memiliki unggulan spirit, skill dan stamina.

Ketiga hal itu merupakan bentuk implementasi dalam menerapkan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari."Jika tidak ada ketiga hal itu mustahil dapat diterapkan apalagi tantangan era global dan teknologi begitu pesat," ujar Ngastawa.

Acara sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber akademisi dari Universitas Undiksha Dr Made Sugi Hartono dan Ketua IWAPI Bali yang juga dosen Universitas Pendidikan Nasional Dr AAA Tini Rusmini Gorda.

Kedua pembicara dalam kesempatan tersebut memaparkan materi dan contoh-contoh nyata penerapan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama acara itu, siswa terlihat begitu antusias mengikuti dengan baik dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis. Di samping juga diajak menyanyi bersama lagu-lagu kebangsaan dalam menguatkan dan menggemakan semangat jiwa bela negara.

Baca juga: Sosialisasi empat pilar bisa dilakukan untuk anak PAUD

Baca juga: Anggota MPR ajak mahasiswa jaga persatuan untuk Indonesia maju

Baca juga: MPR sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada pelajar di Kudus
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020