Jose: RCEP mungkin dibahas dalam pertemuan India, ASEAN di New Delhi

Jose: RCEP mungkin dibahas dalam pertemuan India, ASEAN di New Delhi

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI Jose Tavares ditemui di Jakarta, Kamis (12/12/2019). (ANTARA/Yashinta Difa)

Jakarta (ANTARA) -

Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) mungkin dibahas dalam Delhi Dialogue XI yang akan diselenggarakan di Ibu Kota India itu pada 13-14 Desember 2019, meskipun bukan merupakan agenda utama dalam pertemuan tersebut.

Delhi Dialogue akan dihadiri negara-negara mitra India, termasuk anggota ASEAN, dengan mengangkat tema “Memajukan Kemitraan di Indo-Pasifik”. Menteri Luar Negeri RI Retno dijadwalkan hadir dan menyampaikan pidato kunci dalam pertemuan yang terdiri dari lima sesi pleno tersebut.

Meskipun tidak menjadi agenda utama dalam pembahasan, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI Jose Tavares menyebut pertemuan tersebut bisa menjadi kesempatan bagi ASEAN untuk membujuk India agar tetap menjadi bagian dari RCEP.

“Jadi pendekatan persuasif secara bilateral maupun kolektif dapat dilakukan. Tetapi pada akhirnya keputusan ada pada India dengan pertimbangan domestik mereka sendiri,” ujar Jose dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

India diketahui telah mempertimbangkan keputusan untuk bergabung dalam RCEP, yang menurut Perdana Menteri Narendra Modi tidak sesuai dengan kepentingan para petani dan pekerja di negaranya.

Jika bergabung dengan RCEP, India khawatir pasar domestiknya akan dibanjiri barang murah impor dari China serta hasil pertanian dari Australia dan Selandia Baru yang akan membahayakan produsen lokal.

Baca juga: 65 persen pasar Indonesia terbuka saat bergabung dalam RCEP

Sementara itu, negosiasi berbasis teks RCEP telah disepakati oleh 15 negara yakni 10 anggota ASEAN beserta Jepang, Korea Selatan, China, Australia, dan Selandia Baru.

Namun, baru-baru ini Jepang mengumumkan pertimbangannya untuk tidak menandatangani pakta perdagangan regional itu jika India tidak bergabung.

Pasalnya, melalui RCEP, Jepang menyasar India untuk memasarkan produk-produk automotifnya.

“Memang diberitakan kalau India tidak jadi bagian dari RCEP maka Jepang kemungkinan mempertimbangkan keikutsertaannya dalam RCEP. Ya kita lihat saja nanti,” kata Jose.

Indonesia sendiri menganggap RCEP masih mencakup 16 negara, meskipun ada sejumlah hal yang masih harus dibahas dengan India, terutama mengenai akses pasar.

Pada saat yang sama, Indonesia berharap kesepakatan RCEP dapat ditandatangani paling lambat November 2020.

Baca juga: Marty Natalegawa sebut ASEAN mesti aktif dorong India masuk RCEP
Baca juga: Indonesia tidak masalah jika India batal gabung RCEP
Baca juga: Mendag: RCEP menjadi prioritas kerja pada 2020

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2019