Peneliti Indonesia raih The Best Paper Award di UKM Malaysia

Peneliti Indonesia raih The Best Paper Award di UKM Malaysia

Prof Dr Rajab Ritonga saat menerima penghargaan. Foto ANTARA/Dok (1)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Makalah peneliti Indonesia yang dipresentasikan pada Konferensi Internasional Komunikasi dan Media (Mention 2019) di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) terpilih sebagai satu dari lima karya ilmiah (paper) terbaik yang diumumkan pada penutupan konferensi di Hotel Tenera, Bangi, Selangor, Kamis.

"Ini di luar dugaan kami," kata Prof. Dr. Rajab Ritonga yang bersama ketua tim Peneliti, Dr. Puji Lestari menerima sertifikat Best Paper Award yang diantarkan oleh Prof. Dr. Normah Mustaffa dari UKM yang mengantarkannya ke Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Prof Normah menyampaikannya di Bandara karena saat pengumuman berlangsung, para peneliti Indonesia itu sudah meninggalkan Hotel Tenera untuk kembali ke Indonesia.

Karya ilmiah yang dipresentasikan Rabu (20/11) itu berjudul "Communication of Local Government Organization in the Disaster Mitigation of Mount Sinabung Eruption in Indonesia" ditulis oleh Dr. Puji Lestari, Prof. Dr. Rajab Ritonga, Dr. Poppy Ruliana, ketiganya dosen ilmu komunikasi, dibantu seorang mahasiswa, Catrinadia Christie Barus.

Baca juga: Konferensi Hilirisasi Riset di Unand bahas 1.300 karya tulis ilmiah

Baca juga: Rektor IAIN : Mahasiswa harus punya kemampuan menulis karya ilmiah


Dr. Puji merupakan dosen di UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Rajab di Universitas Moestopo, dan Dr Poppy di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi, sedangkan Catriandia merupakan mahasiswa di Universitas Teknologi Yogyakarta.

Karya ilmiah ketiga ilmuwan komunikasi itu merupakan hasil penelitian mereka tentang Model Komunikasi yang bisa diterapkan pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi bencana di wilayahnya. Penelitian dilakukan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sering mengalami letusan Gunung Sinabung.

Dr. Puji Lestari, Ketua Tim Peneliti, mengatakan model komunikasi bencana yang disampaikan pada konferensi itu pada dasarnya dapat digunakan di setiap daerah rawan bencana di Indonesia maupun di negara lain.

Model komunikasi itu menekankan pada efektifitas unsur komunikasi: Source-Message-Channel-Receiver yang dilakukan para pemangku kepentingan di daerah rawan bencana untuk dioperasikan setiap saat begitu ada tanda-tanda bencana yang disampaikan oleh pengamat gunung berapi yang bertugas.

Agar model itu efektif, maka harus dilakukan simulasi antar pemangku kepentingan, sehingga mereka tidak tergagap saat bencana alam terjadi kapanpun. Bila model dan simulasi selalu diadakan, diharapkan dapat meminimalkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda.

Karya ilmiah para peneliti Indonesia itu terpilih dari 120 karya ilmiah (paper) yang dipresentasikan pada pertemuan internasional dua tahunan di UKM Bangi itu.

Satu karya ilmiah pelajar Indonesia di UKM Bangi, Andi Mohamad Trisakti juga terpilih sebagai karya terbaik lainnya.

Mahasiswa Indonesia itu meneliti bersama teman-teman sekampusnya Ng Yung Shuan, dengan bimbingan dosen Wan Amizah Wan Mahmud, dan Muhamad Adnan Pitchan.

Karya ilmiah mereka berjudul Penerimaan Ibu Bapa terhadap Kampanye Penggalakan Imunisasi 2016-2020 di Perak.

Konferensi Internasional Komunikasi dan Media (Mention 2019) berlangsung 19-21 November 2019, ditutup Kamis siang oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Kemanusiaan UKM, Prof. Dr. Kadarudin Ayub.*

Baca juga: Kemenag: minhaj publikasi pop perluas penyebaran penelitian keagamaan

Baca juga: Dirjen: Program Id-Menulis dorong peningkatan kualitas karya ilmiah

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019