Kemarin, pesan tokoh agama soal Bom Medan sampai modifikasi cuaca BPPT

Kemarin, pesan tokoh agama soal Bom Medan sampai modifikasi cuaca BPPT

Wakil Ketua Komisi Pendidikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH. Wahfiudin Sakkam memberikan keterangan di sela-sela acara Sustainable Finance Wakaf Produktif on ISEF di JCC Senayan Jakarta, Kamis (13/11/2019). ANTARA/Katriana

Jakarta (ANTARA) - Ada beberapa berita humaniora kemarin yang masih menarik untuk dibaca hari ini Kami (14/11), dari tanggapan para pemuka agama terkait bom bunuh diri yang terjadi di Medan hingga BPPT melakukan modifikasi cuaca untuk isi waduk.

Berikut berita-berita humaniora yang masih menarik untuk dibaca hari ini:

Soal bom bunuh diri Medan, ulama minta seluruh pihak tak berspekulasi

Wakil Ketua Pendidikan MUI Pusat meminta seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia tetap tenang dan menahan diri untuk berspekulasi perihal bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Selengkapnya imbauan dari MUI bisa dilihat di sini

Terkait bom Medan, Ketua PGI minta tidak termakan isu di media sosial

Mengambil nada serupa, Ketua PGI juga meminta agar masyarakat tetap tenang serta tidak termakan isu-isu yang bisa saja tersebar di media sosial.

Untuk lengkapnya pesan dari PGI bisa dibaca di sini

Menteri PPPA: Partisipasi kerja perempuan masih rendah

Sementara itu, Menteri PPPA mengatakan partisipasi angkatan kerja perempuan masih rendah dan beberapa tantangan lain yang menghambat pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Untuk tahu lebih lanjut alasan mengapa masih rendahnya partisipasi angkatan kerja perempuan bisa dibaca di tautan ini

Menteri KP: Kapal tangkapan untuk nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan kapal nelayan asing yang ditangkap oleh Indonesia dan sudah memiliki ketetapan hukum bisa diberikan kepada nelayan domestik.

Selengkapnya untuk tahu soal proses penyerahan kapal bisa dilihat di sini

BPPT modifikasi cuaca di atas DAS Brantas isi Waduk Ir Sutami

BPPT melakukan modifikasi cuaca di Sungai Brantas, Jawa Timur untuk mengisi waduk Ir. Sutami yang kering karena kemarau panjang.

Selengkapnya untuk tahu proses unik dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bisa dilihat di sini
 
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019