Bali terima penghargaan indeks demokrasi tertinggi kedua di Indonesia

Bali terima penghargaan indeks demokrasi tertinggi kedua di Indonesia

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati didampingi Kepala Kesbangpol Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana usai menerima piagam penghargaan Indeks Demokrasi Indonesia (Antaranews Bali/Dok Humas Pemprov Bali/2019)

Denpasar (ANTARA) - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mewakili pemerintah provinsi (pemprov) setempat menerima piagam penghargaan sebagai provinsi dengan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tertinggi kedua di Tanah Air.

"Dengan Indeks Demokrasi yang baik di Bali, ini menunjukkan Pemerintah Provinsi Bali memiliki komitmen untuk menjaga nilai-nilai demokrasi di Pulau Dewata," kata Wagub Bali yang akrab dipanggil Cok Ace itu, di Denpasar, Jumat.

Cok Ace telah menerima piagam penghargaan tersebut pada acara peluncuran buku "Indeks Demokrasi Indonesia 2018" di Jakarta pada Kamis (26/9) yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Menko Polhukam Mayjen TNI Tri Soewandono.

Indeks Demokrasi Provinsi Bali sebesar 82,37, telah menempatkan daerah setempat dengan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tertinggi kedua di Indonesia. Selain Provinsi Bali, empat provinsi lain yang menerima piagam penghargaan adalah DKI Jakarta dengan IDI tertinggi, kemudian di posisi ketiga Nusa Tenggara Timur, posisi keempat Kalimantan Utara dan Daerah Istimewa Yogyakarta di posisi kelima.

Baca juga: DKI jadi provinsi dengan IDI tertinggi di Indonesia

Indeks Demokrasi Bali sebesar 82,37 pada tahun 2018 tersebut juga lebih tinggi dari Indeks Demokrasi Nasional yang sebesar 72,39. Angka ini juga meningkat enam digit dari 2017.

Mengutip pernyataan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Adi Nugroho pada  Agustus lalu, dengan angka di atas 80, mengindikasikan tingkat demokrasi di Bali sudah pada level baik.

Dari tiga aspek yang diukur, dua aspek mengalami peningkatan besar yakni aspek hak-hak politik yang naik 1,28 poin menjadi 68,08 dan aspek lembaga demokrasi yang meningkat 12,70 poin menjadi 89,55. Sedangkan aspek kebebasan sipil turun sedikit sebesar 0,78 poin namun masih di angka yang sangat baik, yakni 95,91.

Wagub Bali menambahkan, dengan capaian indeks demokrasi yang baik tersebut, sekaligus menunjukkan masyarakat Bali memiliki kesadaran dan kematangan untuk berdemokrasi yang menjadi hal positif dalam mendukung pembangunan.

Baca juga: BPS catat indeks demokrasi di Bali menurun

Dia berharap piagam penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Bali untuk terus bekerja secara tulus dan lurus dengan semangat demokrasi untuk mewujudkan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali".

"Saya berterima kasih kepada masyarakat Bali karena ikut aktif dalam demokrasi di Bali dengan cara yang sehat dan santun," ucapnya.
Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019