Kemenko Polhukam: Indeks Demokrasi RI 2018 alami peningkatan

Kemenko Polhukam: Indeks Demokrasi RI 2018 alami peningkatan

Foto Dok - Menko Polhukam Wiranto (kanan) dan Sekretaris Kemenko Polhukam Mayjen TNI (Purn) Tri Soewandono, saat konferensi pers terkait pro dan kontra revisi UU KPK, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (18/9/2019). (Zuhdiar Laeis)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tri Soewandono menyatakan Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018 mengalami peningkatan, dari sebelumnya 72,11 persen pada 2017 menjadi 72,39 persen di 2018.

Tri mengatakan demokrasi di Indonesia ini mendapatkan apresiasi dari negara lain, salah satunya demokrasi di bidang politik, di mana Indonesia sukses menyelenggarakan Pemilu 2019.

"Indonesia diakui sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia yang sukses dalam penyelenggaraan pemilu," ujar dia di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Indeks Demokrasi meningkat namun kebebasan berpendapat menurun

Tri menekankan demokrasi yang dibangun di Indonesia adalah sebuah demokrasi yang mengedepankan kebebasan bertanggung jawab.

Dia mengatakan Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018 dapat menjadi acuan pemerintah dalam mengupayakan program-program politik dan demokrasi ke depan.

Adapun Indeks Demokrasi Indonesia 2018 turut mencatat adanya penurunan aspek kebebasan sipil, dari 78,75 persen pada 2017 menjadi 78,46 persen pada 2018.

Baca juga: Indeks Demokrasi Indonesia 2018 alami peningkatan 0,28 poin

Penurunan aspek kebebasan sipil itu disebabkan konflik horizontal antar-kelompok masyarakat.

Sedangkan dari aspek Lembaga Demokrasi tercatat ada kenaikan dari 72,49 persen pada 2017 menjadi 75,25 persen pada 2018.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019