Bencana kabut asap dimanfaatkan warga jualan masker

Bencana kabut asap dimanfaatkan warga jualan masker

Warga Jambi memilih masker untuk menghindari paparan kabut asap. Kabut asap yang terjadi di Jambi di manfaatkan warga dengan berjualan masker. (ANTARA/Muhamad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Kabut asap yang menyelimuti Jambi akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dimanfaatkan warga dengan berjualan masker.

"Baru beberapa hari ini jualan masker, sembari jualan paket data telepon," kata penjual masker Firman di Jambi, Senin.

Dia menjelaskan, berjualan masker tersebut dilakukannya karena dalam sepekan terakhir kabut asap yang terjadi di kota itu semakin pekat. Sehingga penggunaan masker menjadi pilihan utama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Asap semakin pekat, pemerintah Jambi perpanjang libur sekolah

Ia menjajakan masker-masker tersebut di Jalan Abun Jani, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi. Sembari menjual paket data telepon, masker dengan berbagai bentuk dan ukuran tertata rapi di pinggir jalan.

Model masker yang dijualnya cukup bervariasi, ada yang jenis zebo, masker biasa dan masker kain. Harga jual masker tersebut juga lumayan terjangkau. Ia menjual masker tersebut dari harga Rp5 ribu yang termurah, hingga Rp15 ribu yang termahal.

Dikatakannya, permintaan akan masker tersebut cukup tinggi. Rata-rata masyarakat yang membeli masker yang mengendarai kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Namun tak jarang masyarakat yang mengendarai kendaraan roda empat juga membeli masker di tempatnya.

Baca juga: Kualitas udara berbahaya, ASN dan PTT hamil turut diliburkan

Meski Firman merasa senang masker yang dijualnya laris terjual karena kabut asap yang terjadi. Namun Ia berharap kabut asap tersebut dapat segera berakhir. Menurut Firman kabut asap yang terjadi sangat berdampak buruk bagi kesehatan.

Karena bukan sekedar kabut asap, namun juga terdapat partikel debu yang berterbangan sehingga menyebabkan dada terasa sesak jika cukup lama berada di luar ruangan.

"Kita berharap kabut asap ini cepat berakhir, kasian anak-anak, saya yang orang dewasa saja sesak napas, padahal saya ini perokok, tapi kalau menghirup udara ini dada terasa sesak sekali," kata Firman.

Baca juga: Kabut asap di Jambi semakin pekat, kualitas udara berbahaya
Baca juga: Asap kian pekat, sepanjang hari Minggu warga Jambi tak lihat matahari
Baca juga: Petugas Puskesmas jemput bola datangi warga terdampak asap
Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019