Petugas penyelamat tewas akibat serangan ambulans di Myanmar utara

Petugas penyelamat tewas akibat serangan ambulans di Myanmar utara

Moe Kyaw Than (45), seorang relawan Palang Merah Myanmar bereaksi terhadap luka yang dideritanya setelah konvoi yang dinaikinya ditembaki oleh Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), di sebuah daerah di antara ibukota Kokang Laukkai dan Chinshwehaw, Selasa (17/2). Ribuan orang terpaksa meninggalkan Myanmar menuju provinsi Yunnan di tenggara Tiongkok setelah adanya pertempuran antara tentara Myanmar dan pemberontak, kata pemerintah Tiongkok. (REUTERS/Soe Zeya Tun )

Yangon (ANTARA) - Seorang petugas penyelamat tewas dan sejumlah orang lainnya terluka ketika sebuah ambulans diserang di Myanmar utara.

Aksi itu terjadi di tengah bentrokan antara pasukan dan pemberontak etnis di kawasan tersebut, menurut juru bicara militer dan saksi mata, Sabtu.

Petugas penyelamat berada di 13 mil dari Lashio, kota terbesar di Negara Bagian Shan, tempat kelompok etnis bersenjata memperjuangkan otonomi yang lebih besar dari pemerintah pusat, ketika konvoi mereka diserang.

"Pimpinan kami dihantam peluru oleh penembak jitu hingga menembus kepalanya. Setelah itu, ambulans tersebut diserang oleh RPG dan mobilnya terbalik hingga menewaskannya," kata Aung Kyaw Moe, anggota Lashio Youth Charity Association, yang selamat dalam serangan tersebut.

Ia menuding pemberontak Aliansi Utara, kelompok tentara etnis yang memerangi pasukan pemerintah, atas serangan itu.

Sejumlah foto dan video yang dimuat media setempat pada Sabtu menunjukkan mobil yang ditandai dengan nama kelompok tersebut terbalik dan jendelanya penuh dengan lubang peluru.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat sejak Kamis, ketika Aliansi Utara meluncurkan serangan di wilayah tersebut termasuk terhadap kampus akademi militer yang menewaskan lebih dari belasan orang, yang mayoritas personel pasukan keamanan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Serangan pemberontak Myanmar tewaskan sedikitnya satu orang
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019