KIJA optimistis penjualan semester kedua lebih baik

KIJA optimistis penjualan semester kedua lebih baik

Direktur Utama PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Tedjo Budianto Liman menjawab pertanyaan sejumlah pewarta di kantornya Menara Batavia, Jakarta, Senin (12/8/2019). ANTARA/Zubi Mahrofi/am.

Jakarta (ANTARA) - PT Kawasan Industri Jababeka TBK (KIJA) optimistis pencapaian kinerja penjualan pada semester kedua 2019 akan lebih baik dibanding dengan periode sama tahun sebelumnya.

"Berdasarkan pada prospek dan pipeline yang ada, perseroan percaya bahwa pencapaian kinerja penjualan pada semester kedua akan lebih baik," ujar Direktur Utama KIJA Tedjo Budianto Liman di Jakarta, Senin.

Pada semester pertama tahun ini, ia mengemukakan, perseroan membukukan total penjualan sebesar Rp885,6 miliar, menurun tipis lima persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

"Meskipun diwarnai oleh pelaksanaan pemilu, pelaksanaan puasa Ramadhan serta perayaan Hari Raya ldul Fitri di kuartal kedua 2019, manajemen telah menjalankan usaha perseroan dengan baik," katanya.

Ia mengemukakan, perseroan juga mencatat penjualan real estat secara marketing (marketing sales) senilai Rp758,9 miliar pada semester pertama 2019, yang setara dengan 47 persen dari total target tahun 2019 senilai Rp1,6 triliun dan meningkat 27 persen jika dibandingkan dengan semester pertama tahun 2018.

Sementara itu tercatat, laba bersih KIJA pada semester pertama tahun ini sebesar sebesar Rp49,3 miliar, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp249,8 milyar pada periode sama tahun sebelumnya.

Dipaparkan, alasan utama peningkatan itu adalah karena dampak pergerakan selisih kurs dimana pada semester pertama 2019 dibukukan laba selisih kurs sebesar Rp90 miliar, dibandingkan rugi selisih kurs sebesar Rp235,4 miliar yang tercatat pada semester pertama 2018 lalu.

Selain Kota Jababeka yang merupakan flagship, perseroan juga memiliki kawasan-kawasan lain yang akan dikembangkan menjadi kota mandiri baik berbasis industri manufaktur, perikanan maupun pariwisata yang tersebar mulai dari Tanjung Lesung Banten, Kendal Jawa Tengah maupun Morotai Maluku Utara, dengan total luas Iahan secara keseluruhan sekitar 3.362 hektare.

"Dengan aset yang besar dan visi Perseroan menciptakan kota-kota mandiri baru di seluruh Indonesia serta membuka lapangan kerja, perseroan ikut bangga telah memberikan kontribusi positif bagi Indonesia selama lebih dari 30 tahun," katanya.

Baca juga: Komut: Potensi perubahan pengendali Jababeka tidak pengaruhi kinerja
Baca juga: Manajemen lama KIJA tolak perubahan pengendali hasil RUPS
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019