Seorang ibu rumah tangga di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Yunita, 30 tahun tewas mengenaskan akibat perbuatan seorang pria yang diduga hendak merampoknya, Rabu pukul 15.00 Wita.


Korban ditemukan tewas penuh darah akibat satu tusukan senjata tajam di leher dan tiga sabetan di bagian punggung tepat di depan kamar mandi rumahnya di Jalan Kasturi 1 RT 32 Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru.

Kepala Kepolisian Sektor Banjarbaru Barat AKP Uskiansyah, Rabu mengatakan, pihaknya sudah mengamankan seorang pria berinisial AR yang menganiaya korban hingga tewas dan diduga berniat merampok perhiasan korban.

"Pelaku sempat melarikan diri usai menganiaya korban tetapi berhasil di tangkap warga dan diamankan dari amukan massa kemudian dijemput anggota dan dibawa ke polsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujarnya.

Ia mengatakan, dugaan sementara motif pelaku yang tinggal di Jalan Adyaksa Banjarmasin adalah merampok perhiasan korban karena kalung emas yang dikenakan putus dan hanya liotinnya yang terjatuh di lantai.

"Pelaku masih belum bisa diminta keterangan rinci mengenai motifnya dan terlihat linglung tetapi sempat mengakui berniat merampok korban dan dikuatkan bukti kalung di leher korban yang putus," ungkapnya.

Menurut kapolsek, pelaku yang sehari-hari bertugas sebagai tenaga kontrak di Kantor Kesehatan Pelabuhan Banjarmasin sempat menjelaskan bahwa dirinya berpura-pura menumpang buang air kecil saat bertamu.

Korban yang tidak menduga niat jahat pelaku, mempersilahkan tamunya masuk ke dalam rumah dan usai buang air kecil sempat memanggil korban yang langsung mendatangi tanpa curiga mau dianiaya pelaku.

Begitu korban mendekat, pelaku langsung mencabut pisau dan menusuk leher korban yang langsung berteriak kesakitan sehingga di dengar tetangganya, disusul sabetan senjata tajam yang diarahkan ke tubuh korban.

Usai menganiaya dan membiarkan korban tergeletak di depan kamar mandi, pelaku langsung melarikan diri tetapi tertangkap warga yang berdatangan setelah mendengar teriakan korban sehingga mengamankan pelaku.

Dilaporkan, saat kejadian suami korban Joko tidak berada di rumah termasuk tiga anak korban yang tengah bermain sehingga tidak mengetahui kejadian mengenaskan yang merenggut nyawa korban.

  Kejadian tragis yang menewaskan korban menimbulkan kesedihan mendalam bagi warga di sekitar tempat tinggal korban karena sehari-hari korban berperilaku baik terhadap orang-orang disekitarnya./D.




Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026