"Melalui Menko Perekonomian RI, kita sudah usulkan pembangunan pembangkit baru (unit 5, 6 dan 7) pada PLTU Asam-Asam," ujarnya dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin wakil ketuanya H Riswandi, di Banjarmasin, Senin.
Pernyataan orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut menjawab pemandangan umum Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Kalsel terhadap Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) setempat Tahun 2013.
"Usulan pembangunan unit 5, 6 dan 7 PLTU Asam-Asam itu juga termuat dalam Forum Regional Kalimantan serta melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)," lanjut Gubernur Kalsel dua periode tersebut.
"Kita berharap, dengan segera terealisasi pembangunan unit 5, 6 dan 7 PLTU Asam-Asam (sekitar 125 km timur Banjarmasin), masalah kelistrikan Kalsel dapat teratasi, terutama keterbatasan daya," demikian Rudy Ariffin.
Sebelumnya dalam pemandangan umum FPG melalui juru bicaranya H Gusti Rudiansyah berharap, dengan peningkatan APBD 2013 yang signifikan, Pemprov setempat mampu membangun "bargaining" dengan pemerintah pusat terkait masalah kelistrikan Kalsel.
"Terkait dengan instensitas pemadaman dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sangat meresahkan masyarakat Kalsel akhir-akhir ini, Pemprov hendaknya mampu membangun bargaining dengan pemerintah pusat," tandas wakil rakyat dari Partai Golkar itu.
RAPBD Kalsel 2013 terdiri pendapatan Rp4,278 triliun lebih atau naik 44,21 persen dibandingkan dengan pendapatan pada APBD Murni 2012, belanja Rp4,504 triliun lelih atau naik 44,88 persen dari anggaran belanja pada APBD Murni 2012.
Sementara itu Manajemen PT PLN Kalselteng terus berupaya membangun tambahan pembangkit, guna memenuhi kebutuhan tenaga listrik di dua provinsi bertetangga tersebut.
Tambahan pembangkit tersebut antara lain dengan membangun unit 3 dan 4 PLTU Asam-Asam berkapasitas terpasang 2 X 65 Mega Watt (MW), namun belum 100 persen masuk jaringan.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Kalsel dan Kalteng, antara lain dari unit 1 dan 2 PLTU Asam-Asam dengan kapasitas terpasang 2 X 65 MW.
Selain itu, Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir Pangeran Mohammad Noor, yang menggunakan Waduk Riam Kanan, di Kabupaten Banjar Kalsel, dengan kapasitas terpasang 3 X 10 MW.
Kemudian dari Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG), serta sejumlah Pembangkit Listri Tenaga Diesel (PLTD) yang tersebar di beberapa kabupaten/kota se Kalselteng. C
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.