Selasa, 24 Oktober 2017

Pelajar Paling Rawan Terhirup Kabut Asap

id Kabut asap, Gambut
Pelajar Paling Rawan Terhirup Kabut Asap
Pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Gambut menggunakan masker saat mengikuti pelajaran. Herry Murdy Hermawan
Bencana kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan sangat mengganggu proses belajar mengajar hampir di sebagian besar sekolah di daerah ini.

Kepala SMPN 1 Gambut, Kabupaten Banjar H Normansel di Banjarmasin, Sabtu mengatakan, kabut asap pekat biasanya datang saat jam berangkat sekolah dan pelajar paling rawan terhirup kabut asap.

Menurut dia, sudah hampir satu bulan para siswa harus menghadapi kabut asap setiap berangkat ke sekolah, bahkan, saat belajar mengajar dimulai pun, terkadang kabut masih menyelimuti lingkungan sekolah.

"Kejadian seperti ini sudah menjadi langganan dalam setiap tahunnya pada musim kemarau," katanya.

Menurut Norman, kabut asap membuat siswa di sekolah yang terletak di Jalan A Yani Km 15 Gambut tersebut banyak yang mengalami sakit antara lain ISPA yang ditandai dengan batuk dan sesak napas.

"Tetapi kita tidak meliburkan sekolah, proses belajar mengajar tetap dilaksanakan seperti biasa," katanya.

Salah seorang siswa, Rahmat mengatakan dalam beberapa pekan terakhir kabut asap yang cukup pekat sering menyelimuti sekolah mereka sehingga sangat mengganggu proses belajar mengajar.

Dia berharap, bencana tersebut segera berlalu sehingga mereka kembali mendapatkan lingkungan sekolah dengan udara yang bersih dan segar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel Ngadimun mengatakan, meski terkendala kabut asap diharapkan proses belajar mengajar tetap dilaksanakan selama tidak mengganggu kesehatan siswa.

Menghindari kabut asap tersebut, kata Ngadimum, sekolah bisa melakukan berbagai cara antara lain mengundurkan jadwal belajar karena kabut asap di pagi hari sangat pekat.

"Secara umum belajar mengajar berjalan baik, tapi ada beberapa sekolah yang mengundurkan jadwal jam belajar," katanya.

Ngadimun juga berharap, para guru dan pengelola sekolah ikut mengajak siswa menjaga lingkungan khususnya dari ancaman pembakaran lahan.

Terkait bencana kabut asap, Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia juga melakukan aksi sosial yakni membagikan masker kepada pelajar di SMPN 1 Gambut dan di MTsN 2 Gambut.

Ada 1.100 masker yang dibagikan kepada dua sekolah tersebut dengan harapan pembagian masker tersebut mampu mengurangi risiko pelajar terpapar kabut asap.

"Selain pembagian masker yang penting, aksi ini juga diharapkan mendidik para pelajar untuk menjaga kesehatan dan lingkungan," kata Ngadimun yang juga ikut dalam aksi tersebut.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Baca Juga