Dinas Perdagangan Pasar Koperasi dan Usaha Kecil Menengah bersama instansi terkait Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, selama Ramadhan 1433 Hijriah melakukan pengawasan terhadap peredaran barang dan produk kedaluwarsa.
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Pasar Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Said Mahdi SOF, Selasa mengatakan, tim akan bekerja secara maksimal untuk melakukan pengawasan dan mengantisipasi peredaran barang atau produk kedaluwarsa di pasaran.
"Tim pengawasan akan turun langsung ke lapangan mulai 25 Juli sampai 15 Agustus untuk mencek semua produk atau barang berkaitan dengan masalah harga, stok dan masa akhir edar atau kedaluwarsanya,"katanya.
Dia menjelaskan, tim pengawasan barang atau produk akan masuk sampai ke gudang, supermarket, gudang dan pasar dan turun tanpa pemberitahuan.
Khusus untuk pasar biasanya pengawasan berkaitan dengan harga barang sementara untuk gudang mengenai masa kedaluwarsa.
Bagi barang yang telah kedaluwarsa akan langsung disita oleh Tim setelah diperiksa oleh Layanan Kesehatan (Yankes) dari Dinas Kesehatan Hulu Sungai Tengah.
Begitupun untuk barang atau produk yang waktu beredarnya mendekati kedaluwarsa tim akan memperingatkan pedagang agar segera menarik barang tersebut sebelum masa kedaluwarsa tiba.
Hal ini tentunya demi menjaga kualitas produk dan kesehatan konsumen.
"Memang selama ini juga dari DPP KUKM telah rutin melakukan pengawasan barang atau produk seminggu sekali dengan turun ke pasar-pasar di kecamatan-kecamatan," ujarnya.
 Menjelang Ramadhan lalu memang sempat terjadi kenaikan harga gula putih timbang yang mencapai Rp15 ribu per kilo, kenaikan ini terkait kendala pengangkutan atau transportasi laut namun sekarang telah normal kembali dan harganya turun menjadi Rp14 ribu per kilo/C/D.
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.