bupati sangat gembira atas keberhasilan itu sehingga terus mendorong petani meningkatkan ilmu dan pengetahuan mengenai tata cara menanam bawang yang baik dan benar agar hasilnya bagusMartapura, (Antaranews Kalsel) - Bupati Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Khalilurrahman meminta petani belajar tentang tata cara menanam bawang merah yang baik sehingga bisa meningkatkan produksi salah satu komoditas bumbu dapur itu.
"Bupati minta petani lebih banyak belajar tata cara menanam bawang merah agar produktivitasnya makin banyak," ujar Bupati Banjar melalui Sekretaris Daerah Nasrun Syah di Martapura, Senin.
Menurut sekda, arahan bupati itu disampaikan setelah menerima laporan terkait keberhasilan petani di Desa Kahelaan Kecamatan Sungai Pinang menanam bawang merah dan hasilnya sangat menguntungkan.
Ditekankan, bupati sangat gembira atas keberhasilan itu sehingga terus mendorong petani meningkatkan ilmu dan pengetahuan mengenai tata cara menanam bawang yang baik dan benar agar hasilnya bagus.
"Bupati sangat gembira sehingga meminta petani semakin rajin untuk menanam sekaligus belajar tentang cara menanam bawang merah agar hasilnya banyak dan kesejahteraan petani meningkat," ungkapnya.
Dikatakan sekda, bawang merah yang dipanen petani Desa Kahelaan Kecamatan Sungai Pinang ternyata banyak dicari masyarakat dan laris manis saat dijual di Pasar Tani di Alun-alun Ratu Zalecha, Ahad (26/8).
Disebutkan, pihaknya melihat langsung banyak warga yang tengah menikmati pagi sambil berolah raga, tertarik kemudian membeli bawang merah hasil panen petani yang masih segar tersebut.
"Saya melihat langsung banyak masyarakat yang membeli Bawang merah varietas Brebes hasil panen petani dijual Rp20 ribu per kilogram. Ada yang membeli satu kilogram, bahkan hingga 50 kilogram," ujarnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Banjar M Fachry mengatakan, bawang merah di Desa Kahelaaan Kecamatan Sungai Pinang, merupakan uji coba tanam di musim kemarau.
"Lahan seluas satu hektare mampu panen bawang merah 6 ton dengan waktu tanam 65 hari. Meski pun belum maksimal, tetapi panen sebanyak itu, sangat menguntungkan petani," ujarnya.
Dikatakan, informasi petani, modal menanam bawang di lahan seluas satu hektare sebesar Rp50,5 juta dan dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram sehingga potensi penghasilan Rp90 juta.
Ditambahkan, sebelumnya Dinas TPH Kabupaten Banjar sudah pernah beberapa kali mengalami kegagalan mengembangkan tanaman bawang merah, karena cuaca yang membuat tanaman tidak tumbuh normal.
"Sekarang sudah berhasil dan kami akan menyampaikan panen bawang merah di Desa Kahelaan ini disampaikan ke Dinas TPH Kalsel agar mendukung pengembangan bawang merah," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.