Pembangunan Kabupaten
Balangan, Kalimantan Selatan, saat ini dilaksanakan dalam tiga pilar utama
pembangunan. Masing-masing pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pertanian dan
Usaha Mikro Kecil dan Menengah, pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui
pendidikan dan kesehatan serta pembangunan infrastruktur.
Saat ini yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan ekonomi kerakyatan. Hal tersebut karena pemerintah daerah setempat optimis bahwa roda perekonomian akan berjalan semakin lancar dan menggeliat dengan adanya infrastruktur yang baik, dimana telah dilakukan pembangunannya pada periode sebelumnya.
Karena itulah, pemerintah daerah setempat pada visi pembangunan periode 2010 – 2015 ini meningkatkan program-program pro-rakyat guna menaikkan tingkat pendapatan masyarakat, terutama yang berbasis pertanian dalam arti luas. Karena pada dasarnya, potensi terbesar dan sumber perekonomian masyarakat Balangan bergerak pada bidang tersebut.
Pada bidang pertanian ini, telah dilakukan perluasan area tanam, program bantuan bibit, pupuk dan pendampingan petani oleh tenaga teknis yang profesional. Melalui langkah tersebut, diharapkan penyediaan bahan pangan dapat menjawab kebutuhan yang terus meningkat seiring laju pertambahan penduduk Balangan akibat faktor migrasi.
Sejak 2011, balangan berhasil swasembada beras. Untuk komoditi non-beras, tidak hanya coba di bangun pada sisi produksinya, melainkan juga mengupayakan kerjasama dengan pihak swasta untuk bersama-sama membangun jaringan distribusi, atau dengan kata lain, membangun agroindustri.
Pada sektor perkebunan juga diupayakan hal yang sama. Salah satu contohnya adalah perkebunan karet yang menjadi primadona pendapatan masyarakat setempat, baik dalam hal perluasan tanam maupun peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif lagi.
Pada potensi perairan, produksi perikanan Balangan tahun lalu, baik perikanan budidaya maupun perairan umum, berhasil mengangkat potensi besar yang sebelumnya kurang terekspos. Dengan memanfaatkan potensi perairan yang ada, 2011 lalu Balangan mencapai produksi perikanan hingga 170% dari 292 ton yang ditargetkan, yakni sebesar 500 ton.
Kedepannya, pemerintah daerah setempat terus mengupayakan peningkatan melalui pelaksanaan berbagai program dan kegiatan. Seperti penyebaran satu juta bibit ikan di danau Baruh Bahinu Dalam, Kecamatan Paringin Selatan. Ke depannya, pengelolaan potensi danau tersebut akan dipadukan dengan potensi pariwisata, serta sektor-sektor lain yang bisa saling mendukung.
Di sektor peternakan, kabupaten Balangan menerima bantuan dari pemerintah provinsi berupa indukan bibit unggul sapi potong yang didatangkan dari Nusa Tenggara Barat. Peternakan sapi dimaksudkan juga sebagai jenis usaha alternatif agar petani tidak tergantung semata kepada tanaman karet, sehingga lebih tahan terhadap fluktuasi harga karet. Selain itu, peternak sapi balangan juga telah meraih prestasi yang membanggakan di ajang kontes ternak tingkat provinsi maupun nasional.
Di sektor UMKM, dilakukan berbagai kegiatan dan program untuk mendorong tumbuhnya wirausahawan baru. Banyak dilakukan kegiatan-kegiatan pelatihan, baik yang bersifat ketrampilan teknis maupun manajemen. Terhadap unit-unit usaha, titik berat pembinaan adalah pengembangan kualitas koperasi serta UMKM. Dalam rangka itu, terhadap koperasi yang tidak produktif dan tidak berpotensi, diambil tindakan pembubaran.
Selain itu, pemerintah daerah setempat juga telah menyalurkan dana penyertaan modal total sebesar Rp1 Miliar pada beberapa koperasi terpilih, berdasarkan kriteria-kriteria penilaian tertentu. Selain dimaksudkan untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja, hal tersebut juga diharapkan mampu menambah penghasilan asli daerah.
Hal yang menggembirakan adalah geliat perekonomian Balangan yang terus berkembang, di iringi oleh tumbuhnya perbankan. Saat ini telah tumbuh lagi satu lembaga perbankan di Balangan, yaitu Bank BNI. Diyakini, perkembangan lembaga perbankan tersebut merupakan bukti dari baiknya pertumbuhan serta prospek perekonomian dari daerah yang bersangkutan.
Saat ini, sebuah lembaga perbankan lokal, yaitu Bank Perkreditan Rakyat Paringin akan segera di bangun guna menunjang sektor UMKM di Balangan. Sejauh ini, sarana dan prasarana untuk itu telah siap, termasuk sumber daya manusianya. Pengoperasian BPR Paringin kini tinggal menunggu proses perizinan dari Bank Indonesia.
Melalui berbagai langkah dan program yang telah di susun, pemerintah daerah setempat optimis akan dapat membangun ekonomi kerakyatan sebagai pilar utama pembangunan daerah menuju Balangan yang mandiri dan sejahtera.adi/C
Pewarta: nadiEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.