Tanjung (ANTARA) - Sebanyak 20 kader posyandu di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, ikuti penguatan kemampuan deteksi dini masalah kesehatan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui program 25 keterampilan.

Program ini merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat dan PT Mustika Indah Permai (MIP), dengan Yayasan Sinergi Indonesia Peduli (YSIP) sebagai mitra Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dalam pelaksanaan program.
 
CSR, ER & Security Department Head PT Mustika Indah Permai, Permata Rizky, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

"Program ini  mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya  penguatan layanan kesehatan primer yang lebih terpadu, mudah diakses, dan berkelanjutan," jelas Permata Rizky dalam rilis yang disampaikan YABN, Selasa (29/9/2026).

Baca juga: PT Mustika Indah Permai raih penghargaan di TAMASYA Award 2024

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kesehatan masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya," ujarnya.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kader dalam penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), termasuk pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup dan kunjungan rumah.

Kegiatan dilakukan melalui pelatihan 25 Keterampilan Kader Posyandu Bidang Kesehatan yang berlangsung pada 21–24 September 2026 di Kantor PT Mustika Indah Permai (MIP), Desa Muara Maung.

Baca juga: Adaro, AlamTri, dan YABN Perkuat Keterampilan 25 Kader Posyandu

Peserta berasal dari empat posyandu, yakni Posyandu Sarelo Indah Desa Merapi, Posyandu Melati Desa Telatang, Posyandu Terpadu Desa Muara Maung, dan Posyandu Melati Desa Sirah Pulau.

Dalam pelatihan, para kader mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan Posyandu ILP serta pelayanan kesehatan bagi bayi dan balita, ibu hamil dan menyusui, anak usia sekolah dan remaja, hingga kelompok dewasa dan lanjut usia.

Selain materi, peserta juga mengikuti praktik pelayanan dan kunjungan rumah untuk memperkuat kemampuan kader dalam menerapkan keterampilan yang diperoleh di lapangan.

Penguatan keterampilan juga diarahkan agar kader mampu mengenali faktor risiko kesehatan di lingkungan masyarakat dan melalui kunjungan rumah, kader dapat melakukan pemantauan kondisi keluarga.

Hasil  kunjungan menjadi bahan bagi pustu dan puskesmas dalam menentukan tindak lanjut pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Melalui rangkaian tersebut, kader diharapkan semakin siap menjadi bagian dari layanan kesehatan primer berbasis masyarakat sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lahat.



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026