Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan meniadakan agenda kegiatan bersifat hiburan dan kemeriahan menyambut hari jadi (Harjad) ke-500 kota setempat tahun 2026 karena terjadi beberapa musibah saat ini.

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR dalam pernyataan resminya di Banjarmasin, Kamis, menyatakan, agenda beberapa hiburan dan kemeriahan menyambut Harjad ke-500 Kota Banjarmasin tepatnya 24 September 2026 ditiadakan.

Menurut dia, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengakibatkan kabut asap yang gangguan kualitas udara juga kesehatan.

Selain itu juga, lanjutnya, terkait musibah kemarau panjang hingga mengakibatkan kekeringan serta persoalan ketersediaan air bersih. Demikian juga terjadi musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang masih menyisakan keluarga yang menunggu kabar orang-orang terdekat mereka belum ditemukan.

“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan harjad tersebut,” kata Yamin.

Menurut Yamin, kondisi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat Banjarmasin.

“Kejadian ini diiringi dengan timbulnya penyakit gangguan pernapasan yang sangat mengganggu seluruh aktivitas warga Kota Banjarmasin, mulai dari siswa, siswi pelajar, sampai masyarakat yang bekerja di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Dia juga menyinggung kekeringan dan perubahan kadar air asin yang berdampak pada ketersediaan air bersih serta kebutuhan masyarakat dan sejumlah sektor, termasuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Selain itu, Yamin mempertimbangkan musibah tenggelamnya Virgo Transport 8 yang masih menjadi perhatian karena proses pencarian dan penanganan korban berlangsung.

“Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” kata Yamin.

Yamin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian Hari Jadi ke-500, termasuk pelaku usaha dan pihak lain yang terdampak keputusan tersebut.

Ia menegaskan peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan tidak mengurangi arti perjalanan panjang Kota Banjarmasin yang telah mencapai usia 500 tahun.

“Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” ujar Yamin.

Yamin mengajak masyarakat mengarahkan momentum tersebut untuk menunjukkan empati dan kepedulian kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

“Kota telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” katanya.

Dia pernyataannya dengan menekankan pentingnya solidaritas dalam menghadapi situasi yang sedang terjadi.

“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan," ujarnya.


 



Pewarta: Sukarli
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026